DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Operasi pencarian dua tamu yang hilang akibat longsor di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, memasuki hari kedua pada Selasa (3/11/2026).

Tim gabungan yang dipimpin Basarnas melanjutkan pencarian dengan menyisir lokasi timbunan longsor hingga aliran sungai.

Untuk mempercepat proses pencarian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung menambah mesin penyedot air guna membersihkan material lumpur dan sedimen di lokasi kejadian.

“Hari ini dilanjutkan pencarian dipandu langsung dari Basarnas. Kami dari BPBD Badung menambah mesin penyedot air untuk membersihkan sedimen lumpur di tempat kejadian bencana,” kata Plt. Kepala BPBD Badung, Anak Agung Ngurah Agung Damar Negara, saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).

Baca juga :  Wisma Hunian Lama Lapas Kerobokan Kebakaran, Begini Penjelasannya

Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Bangkit Mubarok, warga lokal, dan seorang warga negara asing (WNA) yang identitasnya belum diketahui.

Longsor terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Bencana tersebut dipicu hujan sangat lebat yang mengguyur kawasan Pelaga dengan intensitas curah hujan mencapai 121 milimeter per hari.

Material longsor menimpa empat tenda glamping. Satu di antaranya dilaporkan hanyut, sedangkan tiga lainnya mengalami kerusakan.

Pelaga Eco Park merupakan kawasan glamping seluas sekitar 4 hektare yang memiliki 25 unit tenda dengan kapasitas tampung mencapai 55 orang. Lokasinya berada di kawasan bertopografi miring atau jurang dan berbatasan dengan aliran Sungai Tukad Yeh Kilap.

Baca juga :  Wisma Hunian Lama Lapas Kerobokan Kebakaran, Begini Penjelasannya

Berdasarkan data BPBD Bali, terdapat 23 tamu yang menginap saat kejadian. Sebanyak 21 orang berhasil selamat, sedangkan dua lainnya masih dinyatakan hilang.

Namun, laporan yang diteruskan Damar Negara menyebutkan jumlah tamu yang menginap mencapai 24 orang, termasuk dua korban yang masih dicari. Seluruh tamu yang selamat kini telah meninggalkan lokasi.

Glamping tersebut dimiliki I Kadek Suardika bersama tiga rekannya. Suardika diketahui berasal dari Kintamani, Bangli, dan berdomisili di Denpasar.

Usaha penginapan itu telah beroperasi sejak 2023 dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) kategori penginapan remaja yang diterbitkan pada 6 Oktober 2023.

Pada hari pertama pencarian, tim gabungan melakukan sejumlah upaya untuk menemukan kedua korban. Salah satunya dengan menutup sebagian pintu air bendungan di bagian hulu guna mengurangi debit sungai sehingga penyisiran di sepanjang aliran air lebih mudah dilakukan.

Baca juga :  Wisma Hunian Lama Lapas Kerobokan Kebakaran, Begini Penjelasannya

Petugas juga menyemprotkan air ke timbunan tanah di sekitar lokasi tenda untuk membantu membuka material longsor. Penyisiran dilakukan hingga Bendungan Batulantang dengan jarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Selain itu, tim mengerahkan anjing pelacak K9 Polda Bali untuk membantu pencarian. Namun, hingga pukul 17.30 Wita, kedua korban belum ditemukan. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Reporter: Arya Nanda