)Warning BMKG: Gelombang Laut Bali Utara Tembus 1,4 Meter, Nelayan dan kapal wisata dilarang nekat
DIKSIMERDEKA.COM DENPASAR Kabar kurang sedap datang dari laut lepas. Bagi para nelayan pencari ikan maupun operator kapal pariwisata yang biasa melintas di Perairan Utara Pulau Dewata, akhir pekan ini tampaknya bukan waktu yang pas untuk menantang maut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Badung resmi menyalakan lampu kuning peringatan cuaca maritim.
Dari data teranyar yang ditandatangani oleh Prakirawan Diana Hikmah pada Jumat (30/10/2026), gelombang laut Bali bagian utara diprediksi akan “mengamuk” alias masuk ke dalam kategori klasifikasi ombak “Sedang” hingga Senin, 3 November 2026 mendatang. Tak cuma air laut yang bergolak, langit juga siap menumpahkan air bah yang bisa mengganggu jarak pandang nahkoda!
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Siap Menghajar
Jangan tertipu dengan awan tipis di pagi hari. Berdasarkan dokumen Prakiraan Cuaca Maritim BMKG dengan Nomor B/ME.01.02/WP/030/KBB3/X/2026, cuaca di atas perairan Utara Bali sangat fluktuatif dan berbahaya.
Puncaknya diprediksi terjadi pada hari Minggu, 1 November 2026. Pada rentang waktu tersebut, cuaca yang tadinya sekadar berawan tebal akan berubah drastis menjadi Hujan Sedang hingga Hujan Lebat. Kondisi basah kuyup ini diperparah dengan suhu udara yang stagnan di angka 27-28 derajat Celcius, namun kelembapannya tergolong tinggi menyentuh 77-83 persen.
Bukan hanya hujan, nelayan juga harus beradu otot dengan angin kencang. Kecepatan angin (wind speed) terpantau cukup agresif bergerak dari arah Selatan dan Barat Daya, dengan kecepatan konstan hingga 15 knot. Lebih mengerikan lagi, embusan angin tiba-tiba (wind gust) bisa memukul kapal dengan kekuatan mencapai 30 knot! Kondisi ini jelas sangat berisiko bagi perahu-perahu kecil tradisional.
Puncak Ombak Terjadi Minggu Malam, Ketinggian Tembus 1,4 Meter!
Bagi yang berniat melakukan pelayaran malam, sebaiknya urungkan niat. Data BMKG menunjukkan grafik Tinggi Gelombang Signifikan akan terus merangkak naik sejak Sabtu (31/10/2026) dan mencapai puncaknya pada Minggu malam (01/11/2026).
Pada pukul 20.00 WITA di hari Minggu(1/11/2026) , tinggi ombak diperkirakan tembus hingga 1,40 meter! Ketinggian ini sudah masuk dalam klasifikasi gelombang laut sedang (1,25 – 2,5 meter), yang jelas sangat berbahaya untuk disepelekan. Kecepatan arus permukaan laut pun ikut terseret kencang dari arah Selatan, membelah air dengan kecepatan maksimal 1,17 knot.
BMKG dengan tegas meminta seluruh masyarakat pesisir, pelaku usaha bahari, serta nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut di tengah kondisi ekstrem ini. Lebih baik puasa melaut sehari dua hari, daripada nekat berlayar pulang tinggal nama. Tetap pantau update resmi dari BMKG dan utamakan keselamatan nyawa di atas segalanya!

Tinggalkan Balasan