Kemenparekraf Optimalkan Desain dan Story Telling Promosikan Produk Parekraf
DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengoptimalkan penggunaan desain dan storytelling dalam mengembangkan dan memasarkan produk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
Direktur Kajian Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Wawan Rusiawan, Jumat (28/8), menekankan pentingnya penggunaan disain dan narasi yang kuat bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memasarkan produk mereka sehingga semakin menarik perhatian konsumen.
“Kita memiliki banyak produk. Sayangnya pelaku parekraf belum memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan sebuah produk ke dalam desain yang menarik dan narasi yang kuat. Oleh karena itu, desain dan narasi menjadi suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, agar dapat menciptakan produk yang luar biasa,” ujar Wawan.
Untuk mendukung hal itu, para pelaku ekonomi kreatif harus terlebih dahulu melakukan pengkajian data yang cukup lengkap. Sebab Wawan menilai pentingnya kelengkapan data dalam hal apapun, termasuk untuk sebuah produk yang akan menggerakkan seseorang untuk bertindak atau memutuskan membeli.
“Ketika kita berbicara mengenai data, maka data merupakan komponen penting dalam kegiatan riset dan kajian studi. Kita dapat mentransformasikan data menjadi sebuah informasi yang akhirnya menjadi basis dalam pengambilan keputusan secara tepat,” kata Wawan.
Untuk itu, Kemenparekraf/Baparekraf menggelar seminar daring Bincang Inklusif Seputar Metadata (BISMA). Melalui kegiatan ini para pelaku usaha parekraf dibekali pemahaman sekaligus bisa berbagi pengetahuan terkait cara membuat desain dan narasi dengan baik dan menarik serta sebagai sarana mengumpulkan informasi berbasis data pelaku parekraf.
Seminar daring ini menghadirkan dua narasumber yakni Desainer Sugeng Untung dan Produser Film dan Penulis Buku Handoko Hendroyono. (*/sin)

Tinggalkan Balasan