DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mengeluarkan surat edaran antisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terkait pembelajaran.

Surat bertarikh Rabu 14 Oktober 2026 itu, meminta seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta di Kota Denpasar untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring dari tanggal 15-17 Oktober 2026.

Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Anak Agung Gede Wiratama dengan Nomor B/100.3.4/99/DISDIKPORA tertanggal 14 Oktober 2026.

Dalam surat edaran tersebut, Disdikpora menyatakan pembelajaran daring dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM yang dapat berdampak pada mobilitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Baca juga :  Klungkung Siapkan Proyeksi Cetak Ratusan Guru Berprestasi Setiap Tahun

Kebijakan ini juga bertujuan menjaga keberlangsungan proses pembelajaran agar tetap berjalan selama periode tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, selama tiga hari terakhir, Bali, khususnya wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan mengalami kelangkaan BBM.

Kelangkaan tersebut menyebabkan sejumlah titik SPBU mengalami antrean panjang yang menimbulkan kemacetan.

Pantauan pada Rabu pagi di kawasan Gatot Subroto Tengah, Pom bensin Ubung, Ahmad Yani Utara, Gatot Subroto Timur hingga Tohpati, sekitar pukul 05.00 WITA, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih mengular hingga ratusan meter.

Baca juga :  DPRD Bali Akui Masih Ada Istilah Sekolah Favorit dan Tidak Favorit

Sebelumnya, Selasa (13/10/2026), Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab keterlambatan pasokan adalah kendala yang dialami kapal saat proses pembongkaran kargo. Proses yang semula direncanakan berlangsung sekitar pukul 06.30 Wita mengalami kemunduran hingga sekitar pukul 22.00 Wita.

“Tanpa mencari pembenaran, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada warga Bali atas kejadian antrean ini. Bagaimanapun, yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat,” kata Simon.

Selain menambah armada mobil tangki dan mempercepat distribusi, Pertamina akan memperkuat tenaga operator SPBU.

Baca juga :  Antrean SPBU Masih Mengular di Hari Ketiga, Nyoman Parta Usul WFH

Langkah ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), sekaligus mengantisipasi kelelahan pekerja akibat operasional 24 jam.

Simon mengatakan, apabila diperlukan dalam kondisi darurat, Pertamina juga dapat berkoordinasi dengan Polri maupun TNI untuk membantu operasional di lapangan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Pertamina juga akan meminta petugas SPBU menyampaikan informasi mengenai ketersediaan BBM dan jam operasional kepada masyarakat.

Dengan demikian, warga diharapkan tidak perlu mengantre karena khawatir kehabisan pasokan.

Reporter: Agus Pebriana