Bisakah Pemprov Kejar 7 Juta Kunjungan Wisman ke Bali Tahun Ini?
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya agak ragu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali dapat menembus 7 juta orang pada akhir 2026. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung itu mengatakan ketidakpastian kondisi global serta jumlah kunjungan yang masih harus dikejar pada tiga bulan terakhir menjadi tantangan tersendiri untuk mencapai target tersebut.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, jumlah kunjungan wisman ke Bali sejak Januari hingga September 2026 mencapai 5,2 juta orang.
Rai memperkirakan jumlah kunjungan wisman sepanjang tahun ini berada di kisaran 6,8 juta hingga 7 juta orang. Menurut dia, kondisi geopolitik dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina serta ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, turut mempengaruhi perekonomian global dan perjalanan wisatawan.
“Perkiraan saya antara 6,8 juta sampai 7 juta maksimal. Situasi dan kondisi geopolitik dunia masih belum menentu. Ini mempengaruhi geopolitik dan ekonomi global,” kata Rai, Jumat (9/10/2026).
Rai mengatakan dengan realisasi mencapai 5,2 juta kunjungan hingga September, Rai mengatakan Bali masih harus mengejar sekitar 1,8 juta kunjungan dalam tiga bulan terakhir tahun ini jika ingin mengejar target 7 juta kunjungan.
Untuk mencapai target itu, Rai berharap tidak ada kendala berarti, terutama terkait penerbangan internasional. Rai menyebut penambahan penerbangan dari China, Taiwan, dan Melbourne, Australia, serta peningkatan frekuensi penerbangan langsung dari Moskow ke Bali menjadi empat kali sehari dapat mendukung pertumbuhan kunjungan.
Meskipun demikian, Rai mengatakan tiga bulan terakhir akan menjadi kunci apakah Bali dapat mengejar target 7 juta kunjungan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, antara bulan Oktober, November, dan Desember, Rai mengatakan bulan Desember akan menjadi puncak kunjungan lantaran terdapat hari besar seperti Natal dan Tahun Baru.
“Kunjungan pada November cenderung menurun sebelum kembali meningkat mendekati periode liburan pada Desember,” terangnya.
Untuk mengejar target kunjungan wisman, Rai mendorong pemerintah meningkatkan promosi ke pasar internasional dan menambah ketersediaan penerbangan langsung ke Bali, baik melalui pembukaan rute baru maupun peningkatan frekuensi penerbangan.
Selain itu, dia menilai pembenahan infrastruktur, keamanan, kebersihan lingkungan, dan penanganan kemacetan perlu terus dilakukan untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan untuk mengejar target kunjungan tersebut, pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pelaku usaha pariwisata untuk menjaga kualitas pelayanan kepada wisatawan.
Promosi juga dilakukan dengan melibatkan pelaku usaha, baik secara langsung maupun melalui kanal digital, termasuk pembuatan video promosi.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan wisata olahraga (sport tourism) yang diminati wisatawan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan