DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pengurus Cabang Olahraga Hockey Kota Denpasar menggelar Pelatihan Pelatih dan Wasit sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga tersebut. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka oleh Ketua Hockey Kota Denpasar I Nyoman Lodra di Aula KONI Kota Denpasar, Sabtu (6/9), dan akan berakhir Minggu (7/9).

Pelatihan ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas calon pelatih dan wasit hockey. Materi disusun dalam dua agenda utama: pembekalan teori pada hari pertama, dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan pada hari kedua.

Cetak Pelatih dan Wasit yang Adaptif terhadap Aturan Terbaru

Baca juga :  Walikota Cup XVI Hockey Denpasar, Hexa HC Sabet Juara I

Lodra mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari pembinaan olahraga hockey yang berkelanjutan, khususnya untuk meningkatkan kapasitas pelatih dan wasit agar dapat mengikuti perkembangan olahraga hockey yang terus berubah.

“Melalui pelatihan ini kami berharap dapat mencetak pelatih dan wasit yang andal, berkualitas, serta profesional. Tidak hanya memahami teknik dan peraturan, tetapi juga mampu menerapkannya sesuai dengan perkembangan dan ketentuan terbaru dalam olahraga hockey,” ujarnya.

Menurut Lodra, kompetensi pelatih dan wasit menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan prestasi atlet. Pemahaman yang baik terhadap teknik, strategi, dan regulasi pertandingan diharapkan membuat proses pembinaan atlet maupun pelaksanaan kompetisi berjalan lebih baik.

Baca juga :  Nyoman Lodera Pimpin FHI Kota Denpasar

“Pembinaan atlet harus didukung dengan kualitas pelatih dan wasit yang memadai. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan secara berkesinambungan untuk memperkuat fondasi olahraga hockey di Kota Denpasar,” tambahnya.

Teori Diperkuat dengan Praktik Langsung di Lapangan

Narasumber pelatihan, David Balla, menjelaskan bahwa peserta dibekali materi kepelatihan dan perwasitan yang disesuaikan dengan perkembangan aturan hockey terkini. Materi teori diberikan lebih dulu untuk memperkuat pemahaman dasar peserta, sebelum diterapkan langsung dalam sesi praktik lapangan.

“Peserta tidak hanya diberikan pemahaman secara teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana aturan dan prinsip permainan diterapkan dalam situasi pertandingan. Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang lebih komprehensif untuk menjalankan tugas sebagai pelatih maupun wasit,” jelasnya.

Baca juga :  Nyoman Lodera Pimpin FHI Kota Denpasar

Sementara itu, narasumber lain, I Komang Ariyana, menekankan pentingnya sesi praktik lapangan sebagai bagian dari pelatihan. Menurutnya, sesi ini memungkinkan peserta langsung mengimplementasikan materi yang telah diperoleh sekaligus menerima evaluasi secara langsung.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta memiliki pemahaman dan keterampilan yang semakin baik, baik dalam menjalankan fungsi kepelatihan maupun perwasitan. Mereka diharapkan mampu menjadi pelatih dan wasit yang profesional serta mampu mengikuti perkembangan aturan hockey yang berlaku,” pungkasnya.