WASHINGTON DIKSIMERDEKA.COM – Raksasa otomotif asal Jerman, BMW, terpaksa mengambil langkah darurat. Mereka mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 27.720 unit mobil mewahnya. Alasannya tak main-main: ada cacat teknis fatal pada sistem penggerak yang berpotensi membuat mobil meluncur atau menggelinding di luar kendali.

Dilansir dari fox business, berdasarkan dokumen resmi yang diserahkan kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA), kampanye recall massal ini menghantam deretan sedan kelas atas kebanggaan BMW, yakni Seri 5, Seri 7, dan Seri 8.

Baca juga :  Awas Kantuk Saat Mudik! Pakar Gizi IPB Ungkap Makanan yang Bisa Bikin Pengemudi Tertidur di Jalan

Akar masalahnya bersumber pada titik koneksi antara poros penggerak (driveshaft) dan gardan belakang (rear differential). Komponen vital penunjang laju kendaraan ini dilaporkan rentan mengalami keausan ekstrem seiring berjalannya waktu penggunaan.

Keausan berlebihan itu bukan tanpa risiko. Dampaknya bisa memicu hilangnya tenaga pada roda belakang secara tiba-tiba, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Lebih fatal lagi, cacat ini bisa membuat kendaraan menggelinding dengan sendirinya saat sedang berhenti, terutama jika pengemudi lupa mengaktifkan rem parkir dengan sempurna.

Secara rinci, penarikan ini memengaruhi tiga kelompok model:

  • 18.150 unit BMW Seri 5 produksi 2021 hingga 2023 (meliputi model 540i, 540i xDrive, dan M550i xDrive).
  • 7.372 unit BMW Seri 8 produksi 2022 hingga 2026 (meliputi model 840i dan 840i xDrive).
  • 2.198 unit BMW Seri 7 produksi 2024 hingga 2026 (khusus model plug-in hybrid 750e xDrive).
Baca juga :  Libatkan Banyak UMKM, Presiden: Kebangkitan Industri Otomotif Harus Terus Dijaga

Meski potensi bahayanya cukup mengerikan, dokumen pemberitahuan recall tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini BMW belum menerima satu pun laporan mengenai kecelakaan atau korban luka yang berkaitan dengan masalah drivetrain tersebut. Jaringan media FOX Business juga dilaporkan telah berupaya menghubungi pihak pabrikan otomotif untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Baca juga :  Perusahaan Otomotif Jepang Siapkan Investasi Rp10 Triliun untuk Indonesia

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, BMW menjadwalkan pengiriman surat pemberitahuan resmi kepada para pemilik kendaraan yang terdampak paling lambat pada 2 Oktober mendatang.

Pemilik tak perlu merogoh kocek. Para diler BMW telah diinstruksikan untuk menangani recall ini secara cuma-cuma. Di bengkel, teknisi akan melakukan perbaikan dengan mengaplikasikan perekat khusus pada komponen yang bermasalah, atau mengambil langkah drastis dengan mengganti poros penggerak dan gardan belakang secara keseluruhan.