Singapura Bagikan Voucher Rp4,2 Juta per Rumah Tangga pada 2027, Redam Dampak Inflasi
SINGAPURA, DIKSIMERDEKA.COM – Pemerintah Singapura kembali menggulirkan bantuan bagi warganya untuk menghadapi kenaikan biaya hidup. Mulai Januari 2027, setiap rumah tangga di negara tersebut akan menerima voucher CDC senilai SGD300 atau sekitar Rp4,2 juta.
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meredam dampak inflasi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Pengumuman itu disampaikan Menteri Negara Kedua Bidang Keuangan Singapura Jeffrey Siow dalam konferensi pers pada Rabu (29/7/2026). Selain menjabat sebagai Menteri Keuangan Kedua, Siow juga merupakan Menteri Perhubungan Singapura.
“Voucher ini akan membantu rumah tangga mengatasi kenaikan biaya hidup dan mengurangi dampak inflasi,” ujar Siow.
Bantuan terbaru itu melengkapi voucher senilai SGD500 atau sekitar Rp6,99 juta yang telah dibagikan kepada sekitar 1,38 juta rumah tangga Singapura pada Juni 2026.
Dengan tambahan tersebut, total bantuan voucher yang diterima setiap rumah tangga sepanjang tahun fiskal 2026 mencapai SGD800 atau sekitar Rp11,19 juta.
Bisa Dipakai Belanja dan Makan
Seperti program sebelumnya, voucher senilai SGD300 akan dibagi dalam dua kategori.
Separuh voucher dapat digunakan untuk berbelanja di toko lingkungan dan pusat jajanan (hawker centre) yang menjadi mitra pemerintah. Sisanya dapat digunakan di supermarket yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Voucher akan berlaku hingga 31 Desember 2027 sehingga masyarakat memiliki waktu cukup panjang untuk memanfaatkannya.
Program ini menjadi bagian dari paket bantuan senilai SGD900 juta atau sekitar Rp12,59 triliun yang diumumkan pemerintah Singapura untuk membantu rumah tangga dan dunia usaha menghadapi tekanan ekonomi.
Belanja Warga Tembus Rp14,4 Triliun
Menteri Negara Senior Bidang Perdagangan dan Industri Low Yen Ling mengatakan penggunaan voucher sebelumnya memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi.
Dalam enam bulan terakhir, nilai transaksi menggunakan berbagai jenis voucher pemerintah telah mencapai SGD1,03 miliar atau sekitar Rp14,40 triliun.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu masyarakat mengurangi beban pengeluaran, tetapi juga meningkatkan kunjungan pelanggan ke toko-toko lingkungan, pusat jajanan, kedai kopi, hingga supermarket.
“Kami tidak melihat setiap paket bantuan secara terpisah. Seluruh program saling melengkapi dan membantu menggerakkan permintaan barang maupun jasa,” kata Low.
Subsidi Listrik Ikut Ditambah
Selain voucher belanja, pemerintah juga menambah subsidi tagihan listrik melalui skema U-Save pada Oktober 2026 dan Januari 2027.
Tambahan subsidi itu diberikan di luar bantuan yang sudah disalurkan pada April dan Juli 2026.
Rumah tangga yang memenuhi syarat akan menerima potongan tagihan sebesar SGD110 hingga SGD190 atau sekitar Rp1,54 juta hingga Rp2,66 juta per kuartal, tergantung tipe hunian.
Menurut Siow, besaran bantuan tersebut diperkirakan mampu menutupi kenaikan biaya listrik bagi sebagian besar penghuni apartemen HDB tipe empat kamar atau lebih kecil hingga Maret 2027.
Tarif Listrik Naik 17 Persen
Pemerintah Singapura mengakui tekanan inflasi masih tinggi akibat kenaikan harga energi dunia.
Tarif listrik di Singapura untuk periode Juli hingga September 2026 naik 17 persen, sedangkan tarif gas kota meningkat 7,1 persen.
Kenaikan tersebut dipicu melonjaknya harga gas alam setelah pecahnya konflik di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026.
Otoritas Moneter Singapura (MAS) sebelumnya juga memperketat kebijakan moneter dengan mempercepat apresiasi dolar Singapura guna menekan inflasi impor yang diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa kuartal mendatang.
Selain itu, pemerintah akan memberikan tambahan bantuan kepada keluarga berpenghasilan rendah melalui skema ComCare Interim Assistance.
Paket terbaru ini melengkapi program bantuan senilai SGD1 miliar atau sekitar Rp13,98 triliun yang diumumkan pemerintah pada April 2026 sebagai respons terhadap dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Singapura juga membuka peluang agar program voucher CDC terus berlanjut pada masa mendatang, mengingat manfaatnya dinilai tidak hanya membantu rumah tangga, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal melalui peningkatan transaksi di usaha kecil dan pusat-pusat perdagangan lingkungan.

Tinggalkan Balasan