Pameran Bass Audio di Bali Perkenalkan Puluhan Brand, Bidik Komunitas Audiophile dan Pasar Lokal
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pameran Bass Audio yang digelar di Harris Hotel Sunset Road, Denpasar, Minggu (26/7/2026), menjadi ajang bagi pelaku industri audio untuk memperkenalkan beragam produk terbaru sekaligus memperkuat pasar audiophile di Bali.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menghadirkan sekitar 32 vendor dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari distributor, produsen, hingga komunitas audio.
Salah satu peluncuran yang menjadi perhatian dalam pameran tersebut adalah hadirnya QOA x Seven Acoustic, produk hasil kolaborasi QOA asal China, Seven Acoustic dari Bandung, dan Bass Audio.
Bass Audio sekaligus penulis review website, Adam Krisna Bramasta, mengatakan peluncuran produk tersebut menjadi alasan Bass Audio tampil sebagai sponsor utama dalam pameran.
“Produk ini merupakan kolaborasi antara QOA dari China, Seven Acoustic dari Bandung, dan Bass Audio,” ujarnya.
Menurut Adam, earphone tersebut dirancang untuk kalangan audiophile yang menginginkan kualitas suara lebih detail, mulai dari kejernihan vokal hingga soundstage yang lebih luas dibandingkan earphone pada umumnya.
Ia menilai Bali memiliki potensi pasar yang besar bagi produk audio premium. Antusiasme pengunjung selama pameran menunjukkan semakin banyak masyarakat yang ingin mengenal perangkat audio berkualitas, khususnya kategori in-ear monitor (IEM).
“Kami ingin membantu komunitas audio di Bali lebih mengenal produk-produk yang kami hadirkan sehingga mereka semakin antusias mengikuti kegiatan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, penyelenggara Bass Audio, Sebastian Sindarto, menjelaskan pameran tidak semata-mata berorientasi pada transaksi penjualan, melainkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mencoba langsung berbagai perangkat audio dan menemukan karakter suara yang sesuai dengan preferensi masing-masing.
Selain menghadirkan produk audio, pameran juga dipadukan dengan sektor gaming dan mechanical keyboard untuk menarik lebih banyak pengunjung.
“Bali memiliki komunitas audio yang cukup besar dan potensinya sangat menjanjikan. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depan,” ujar Sebastian.
Ia menyebut pameran diikuti sekitar 32 vendor yang berasal dari berbagai kota, terutama Jakarta dan Surabaya. Setiap pengunjung diberi kesempatan mencoba berbagai perangkat sebelum memutuskan membeli karena setiap orang memiliki selera suara yang berbeda.
Salah satu peserta pameran, CSI-ZONE, turut menghadirkan sembilan booth yang sebagian besar berkolaborasi dengan Level 99, toko peripheral gaming yang berpusat di Surabaya.
Content Creator sekaligus dokumentasi CSI-ZONE, Ibnu Sandy, mengatakan antusiasme masyarakat Bali terhadap pameran cukup tinggi. Pada hari pertama penyelenggaraan, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 230 orang dan sekitar 30 hingga 50 persen di antaranya mengunjungi booth CSI-ZONE.
Menurutnya, produk yang dipamerkan didominasi merek-merek asal China, namun juga memperkenalkan produk lokal seperti kabel premium Verus. Untuk kategori IEM, CSI-ZONE lebih banyak membawa produk dengan harga terjangkau agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Yang kami bawa kebanyakan brand budget dengan kualitas suara yang lebih balance dan jernih. Target market kami berada di kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu,” ujar Ibnu.
Seluruh produk yang dipamerkan dapat dicoba langsung oleh pengunjung melalui unit demo yang tersedia di setiap booth.
Dengan konsep tersebut, penyelenggara berharap masyarakat tidak hanya mengenal perkembangan teknologi audio, tetapi juga semakin memahami pentingnya memilih perangkat sesuai kebutuhan dan karakter suara yang diinginkan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan