Topan Noul Mengamuk! 715 Ribu Warga Dievakuasi, China dan Hong Kong Lumpuh
Topan Noul memaksa lebih dari 715.000 warga mengungsi dari rumah mereka di Provinsi Guangdong, China. Badai tropis terkuat yang menerjang daratan China sepanjang tahun ini juga menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan serta memicu status siaga banjir di sejumlah wilayah.
BEIJING, DIKSIMERDEKA.COM – Topan Noul menghantam pesisir selatan China pada Minggu (27/7) dini hari dengan membawa angin kencang dan hujan lebat yang melanda Guangdong hingga Hong Kong.
Media pemerintah China menyebut Noul sebagai topan terkuat yang mendarat di China sepanjang 2026. Dampaknya, pemerintah mengevakuasi lebih dari 715.000 penduduk di Provinsi Guangdong sebagai langkah antisipasi terhadap banjir dan longsor.
Badai tersebut mendarat di pesisir Kabupaten Huidong sekitar pukul 03.50 waktu setempat.
Hujan Lebat Diperkirakan Berlangsung Dua Hari
Otoritas meteorologi China memperkirakan Topan Noul akan membawa hujan lebat hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah selatan China selama dua hari ke depan.
Pusat Meteorologi Nasional China bahkan mengeluarkan peringatan hujan deras untuk sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Fujian, Guangdong, Jiangxi, dan Hunan.
Pemerintah juga menetapkan status siaga tertinggi untuk ancaman banjir bandang di beberapa provinsi.
Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan di kawasan pegunungan, bantaran sungai, lembah, lokasi proyek konstruksi, hingga jembatan yang rawan terdampak banjir.
Hong Kong Lumpuh, 350 Penerbangan Dibatalkan
Dampak Topan Noul juga dirasakan di Hong Kong.
Otoritas Bandara Hong Kong mengumumkan sekitar 350 penerbangan dibatalkan pada Minggu akibat cuaca ekstrem.
Sedikitnya sembilan orang mengalami luka-luka selama periode badai. Namun, otoritas setempat menyatakan operasional penerbangan akan mulai dipulihkan secara bertahap pada Minggu sore.
Sementara itu, sebuah perancah bangunan bertingkat tinggi di Hong Kong dilaporkan roboh saat topan mendekat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kereta Dihentikan, Pohon Bertumbangan
Selain penerbangan, layanan kereta api di Guangdong juga dihentikan sementara.
Televisi pemerintah CCTV menayangkan sejumlah pohon tumbang di Kabupaten Huilai akibat terjangan angin kencang.
Observatorium Hong Kong melaporkan Topan Noul memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 110 kilometer per jam saat bergerak memasuki daratan Guangdong sebelum perlahan melemah.
Taiwan Ikut Diguyur Hujan
Badan Cuaca Taiwan menyebut Topan Noul juga membawa hujan ke sejumlah wilayah selatan dan timur Taiwan saat melintas di perairan selatan pulau tersebut.
Meski demikian, badai diperkirakan terus bergerak menjauh dari Taiwan menuju daratan China.
Topan Noul merupakan siklon tropis ke-12 yang terbentuk tahun ini dan menjadi topan ketiga yang melanda China sepanjang bulan ini.
Sebelumnya, Topan Bavi memaksa lebih dari dua juta warga mengungsi pada awal Juli, disusul Topan Maysak yang menghantam wilayah selatan China beberapa hari kemudian.

Tinggalkan Balasan