Perceraian Termahal Korea Selatan! Bos SK Group Wajib Bayar Rp11,54 Triliun kepada Mantan Istri
SEOUL, DIKSIMERDEKA.COM Perceraian Bos SK Group kembali menjadi sorotan di Korea Selatan setelah Mahkamah Agung memerintahkan Ketua SK Group, , membayar 944 miliar won atau sekitar US$644 juta (Rp11,54 triliun) kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Nilai fantastis itu menjadikan perkara tersebut sebagai salah satu perceraian termahal dalam sejarah negeri tersebut.
Dilansir dari BBC Putusan itu mengakhiri sengketa hukum yang telah berlangsung bertahun-tahun antara Chey dan Roh, pasangan yang mengakhiri pernikahan setelah lebih dari 35 tahun bersama.
Kasus ini telah menyedot perhatian publik Korea Selatan sejak hubungan rumah tangga keduanya retak. Chey mengakui memiliki anak dari perempuan lain, sebuah pengakuan yang kemudian menjadi titik balik keretakan rumah tangga mereka.
Roh bukan sosok biasa. Ia merupakan putri mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo, sehingga perceraian ini bukan hanya menjadi urusan keluarga konglomerat, tetapi juga menarik perhatian kalangan politik dan bisnis.
Mahkamah Agung akhirnya menetapkan Chey harus menyerahkan 944 miliar won kepada mantan istrinya. Jika dikonversikan dengan kurs 1 dolar AS = Rp17.922, nilai tersebut setara sekitar Rp11,54 triliun.
Meski demikian, jumlah itu lebih kecil dibanding putusan sebelumnya pada 2024 yang sempat memerintahkan Chey membayar 1,38 triliun won.
Dana Gelap Jadi Titik Sengketa
Perubahan nilai pembayaran terjadi setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian putusan sebelumnya.
Pengadilan menilai dana sebesar 30 miliar won yang diberikan ayah Roh kepada Chey pada 1991 berasal dari dana gelap (slush fund) yang diperoleh secara melawan hukum. Karena dianggap bukan aset sah dalam perkawinan, dana tersebut tidak bisa dijadikan dasar pembagian harta bersama.
Keputusan itu membuat nilai kompensasi yang harus dibayarkan Chey kepada mantan istrinya ikut berkurang.
Bos Raksasa Teknologi Dunia
Chey Tae-won memimpin SK Group, salah satu konglomerasi keluarga atau di korsel disebut chaebol) terbesar di Korea Selatan.
Perusahaan ini membawahi berbagai bisnis strategis, mulai dari telekomunikasi, energi, hingga semikonduktor. Salah satu anak usahanya yang paling dikenal adalah SK Hynix, produsen chip memori yang menjadi pemasok utama perusahaan kecerdasan buatan seperti Nvidia.
Dalam beberapa tahun terakhir, nilai SK Hynix melonjak seiring ledakan industri kecerdasan buatan (AI). Pada Mei lalu, kapitalisasi pasarnya bahkan menembus US$1 triliun, memperkuat posisi SK Group sebagai konglomerasi terbesar kedua di Korea Selatan setelah Samsung.
Belum lama ini, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bahkan menyebut Chey Tae-won dan Chairman Samsung Lee Jae-yong sebagai “Pahlawan Rakyat Korea” ketika meluncurkan rencana investasi besar di sektor AI.
SK Group juga mencatat sejarah baru setelah berhasil menghimpun dana sekitar US$26,5 miliar melalui pencatatan saham di Bursa New York, yang disebut sebagai penawaran saham terbesar yang pernah dilakukan perusahaan asing di Amerika Serikat.
Pengacara: Kami Pelajari Putusan
Menanggapi putusan tersebut, tim kuasa hukum Chey Tae-won menyatakan kliennya menghormati proses hukum yang berjalan.
Mereka menyebut Chey menyesalkan proses perceraian yang telah menyita perhatian publik selama bertahun-tahun dan akan menentukan langkah hukum berikutnya setelah mempelajari secara rinci putusan Mahkamah Agung.
Kasus yang dijuluki media Korea Selatan sebagai “perceraian abad ini” itu menjadi simbol bagaimana perselisihan keluarga di kalangan konglomerat dapat berujung pada sengketa hukum bernilai triliunan rupiah sekaligus mengguncang dunia bisnis negeri Ginseng.
Putusan ini menjadi pengingat bahwa sengketa perceraian di kalangan konglomerat tidak hanya menyangkut hubungan pribadi, tetapi juga dapat berdampak pada kepemilikan aset bernilai sangat besar. Meski perkara ini tidak mengubah struktur kepemimpinan SK Group untuk saat ini, proses hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap transparansi harta kekayaan para pemimpin perusahaan besar di Korea Selatan. Di sisi lain, SK Group tetap menjadi salah satu pilar utama industri teknologi global melalui SK Hynix yang memasok chip memori untuk berbagai perusahaan teknologi, termasuk sektor kecerdasan buatan (AI). Karena itu, setiap perkembangan yang melibatkan Chey Tae-won tidak hanya menjadi perhatian masyarakat Korea Selatan, tetapi juga investor dan semua pelaku industri di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan