EAST RUTHERFORDLa Furia Roja Juara Dunia setelah menaklukkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey. Gol Ferran Torres pada babak tambahan memastikan Spanyol kembali mengangkat trofi dunia.
Spanyol kembali berdiri di puncak sepak bola dunia. La Furia Roja menaklukkan juara bertahan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (20/7/2026) WIB.

Laga berlangsung sengit, penuh drama, bahkan diwarnai kartu merah dan kericuhan antarpemain. Namun, di balik ketatnya skor, statistik menunjukkan Spanyol tampil jauh lebih dominan dibandingkan Lionel Messi dan kawan-kawan.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-106. Berawal dari umpan silang Pedro Porro, Nico Williams memenangkan duel udara sebelum bola jatuh ke kaki Ferran Torres. Penyerang Barcelona yang baru masuk pada menit ke-62 itu tanpa ampun menaklukkan Emiliano Martinez dari jarak dekat.

“Gol ini dicetak oleh 47 juta orang,” ujar Torres, merujuk pada jumlah penduduk Spanyol.

Spanyol Menguasai Pertandingan, Argentina Nyaris Tak Berkutik

Walau hanya menang dengan selisih satu gol, Spanyol mengendalikan hampir seluruh jalannya pertandingan.

Baca juga :  Scaloni Patah Hati! Isyaratkan Tinggalkan Argentina Usai Gagal Pertahankan Gelar Dunia

Statistik mencatat pasukan Luis de la Fuente melepaskan 20 tembakan, sementara Argentina hanya mampu membuat tiga percobaan sepanjang 120 menit. Lebih mencolok lagi, Spanyol mencatat 11 tembakan tepat sasaran, sedangkan Argentina tidak menghasilkan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang.

Dominasi itu juga terlihat dari penguasaan bola. Spanyol menguasai pertandingan dengan 68 persen possession, berbanding 32 persen milik Argentina.

Dalam membangun serangan, La Furia Roja tampil sangat rapi. Mereka membukukan 803 operan dengan akurasi mencapai 90 persen, jauh mengungguli Argentina yang hanya membuat 445 operan dengan akurasi 78 persen.

Meski terus ditekan, Argentina masih bertahan berkat penampilan luar biasa Emiliano Martinez. Kiper Aston Villa itu melakukan 11 penyelamatan, jumlah terbanyak yang pernah dicatat seorang penjaga gawang dalam sejarah final Piala Dunia. Tanpa aksinya, kekalahan Argentina bisa saja jauh lebih telak.

Messi Sulit Berkembang

Sepanjang pertandingan, Argentina kesulitan keluar dari tekanan tinggi Spanyol.

Bahkan, percobaan pertama Albiceleste baru tercipta pada menit ke-117 ketika tendangan Lionel Messi berhasil diblok lini pertahanan Spanyol. Fakta tersebut menggambarkan betapa efektifnya organisasi pertahanan tim asuhan Luis de la Fuente.

Baca juga :  Messi Dikunci Total! Ini 6 Alasan Argentina Tumbang di Final Piala Dunia

Messi yang menjalani final Piala Dunia ketiganya sekaligus menjadi pemain lapangan tertua yang tampil di partai puncak tetap menutup turnamen dengan delapan gol. Namun, ia gagal membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022.

Kartu Merah Ubah Jalannya Laga

Drama memuncak menjelang berakhirnya waktu normal.

Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90 setelah melakukan tekel keras terhadap Pau Cubarsi. Argentina pun harus bermain dengan 10 orang saat pertandingan memasuki babak tambahan.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Spanyol untuk meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya Ferran Torres memecah kebuntuan.

Usai peluit panjang dibunyikan, suasana semakin memanas. Keributan antarpemain pecah di tengah lapangan dan membuat wasit Slavko Vincic kembali mengeluarkan kartu merah, kali ini kepada gelandang Argentina Leandro Paredes.

Secara keseluruhan pertandingan berlangsung keras. Tercatat 45 pelanggaran dilakukan kedua tim. Spanyol melakukan 21 pelanggaran, sedangkan Argentina 24 pelanggaran. Wasit juga mengeluarkan lima kartu kuning untuk Argentina, sementara Spanyol menyelesaikan laga tanpa satu pun kartu kuning maupun kartu merah.

Baca juga :  Spanyol Pecahkan Kutukan Final, De la Fuente: Ini Sudah Tertulis!

Rekor Baru La Furia Roja

Gelar ini menjadi trofi Piala Dunia kedua Spanyol setelah sukses pertama pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Prestasi tersebut sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan di semua ajang (29 menang, 9 imbang), melampaui catatan Italia yang sebelumnya bertahan dengan 37 laga.

Spanyol juga menutup turnamen dengan rekor pertahanan impresif. Sepanjang delapan pertandingan Piala Dunia 2026, mereka hanya kebobolan satu gol, menjadikannya salah satu performa defensif terbaik sepanjang sejarah turnamen.

Pelatih Luis de la Fuente, yang kini berusia 65 tahun, turut mencatat sejarah sebagai pelatih tertua yang berhasil membawa tim nasional menjuarai Piala Dunia.

“Kami adalah juara dunia. Kami sampai di titik ini karena semua orang berjalan bersama,” kata De la Fuente.

Di hadapan puluhan ribu penonton dan sederet selebritas dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Spanyol akhirnya mengangkat trofi emas FIFA. Bagi La Furia Roja, malam di New Jersey bukan sekadar kemenangan 1-0 atas Argentina, melainkan penegasan bahwa mereka kini menjadi penguasa baru sepak bola dunia.