JAKARTA, DIKSIMERDEKA.COM Investasi RI mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I 2026. Menteri Investasi Rosan Roeslani menyebut capaian tersebut membuka 1,44 juta lapangan kerja dan menunjukkan kepercayaan investor tetap kuat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, kepercayaan investor terhadap Indonesia ternyata belum luntur. Buktinya, realisasi investasi nasional sepanjang semester I 2026 sudah menembus Rp1.010,6 triliun, atau hampir separuh dari target pemerintah tahun ini.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan capaian tersebut setara 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

“Komitmen investor untuk melakukan investasi langsung di Indonesia tetap sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada 2026,” kata Rosan dalam keterangan resminya, Kamis (17/7).

Tak hanya mengalirkan modal, investasi jumbo tersebut juga membuka 1,44 juta lapangan kerja, naik sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Luar Jawa Akhirnya Ungguli Pulau Jawa

Ada fakta menarik dari capaian investasi kali ini. Untuk pertama kalinya, nilai investasi yang masuk ke wilayah luar Pulau Jawa sedikit melampaui investasi di Pulau Jawa.

Baca juga :  Ferry Irwandi Bedah Klaim Ekonomi 5,61 Persen: Angka Bagus, Tapi Ada “Bom Waktu” Belanja Pemerintah

Wilayah luar Jawa membukukan investasi sebesar Rp507,8 triliun atau 50,2 persen dari total investasi nasional. Sementara Pulau Jawa mencatat Rp502,8 triliun atau 49,8 persen.

Angka tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa pemerataan investasi yang selama ini didorong pemerintah mulai menunjukkan hasil.

Investor Lokal dan Asing Sama-Sama Agresif

Dari sisi asal modal, investasi domestik dan asing juga nyaris berimbang.

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp502,9 triliun atau 49,8 persen, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp507,6 triliun atau 50,2 persen.

Komposisi itu menunjukkan pertumbuhan investasi Indonesia tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga ditopang kuat oleh pelaku usaha nasional.

Singapura Masih Jadi Jawara

Untuk investor asing, Singapura masih menjadi penyumbang investasi terbesar ke Indonesia dengan nilai mencapai US$8,8 miliar.

Di bawahnya menyusul Hong Kong sebesar US$7,6 miliar, China US$3,9 miliar, Jepang US$1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$1,7 miliar.

Kelima negara tersebut menyumbang sekitar 77,8 persen dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Baca juga :  Wamenkeu: Kenaikan CHT Cukup Responsif terhadap Kondisi Ekonomi Indonesia

Dunia Bergejolak, Investor Tetap Masuk

Rosan menegaskan, derasnya arus investasi membuktikan Indonesia masih menjadi tujuan menarik bagi investor global, meski dunia sedang dibayangi konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi.

“Meskipun tantangan geopolitik dan geoekonomi global masih berlangsung, komitmen investor untuk menanamkan modal langsung di Indonesia tetap konsisten sesuai target 2026,” ujarnya.

Pemerintah pun optimistis tren positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun. Jika momentum tersebut terjaga, target investasi sebesar Rp2.041,3 triliun diyakini bisa tercapai, sekaligus memperluas lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dampak Investasi terhadap Ekonomi Nasional

Capaian Investasi RI pada semester I 2026 tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Arus investasi yang terus meningkat akan mendorong pembangunan kawasan industri, memperluas aktivitas manufaktur, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, serta menciptakan efek berganda bagi sektor usaha lainnya.

Baca juga :  Harga Naik Ugal-Ugalan! Puan Maharani Angkat Suara, Rakyat Kian Terjepit

Pemerintah juga berharap investasi yang semakin merata di luar Pulau Jawa mampu mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah. Masuknya modal baru diproyeksikan membuka peluang usaha, meningkatkan daya saing industri lokal, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Ke depan, pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pemberian kepastian hukum bagi pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tren positif Investasi RI hingga akhir 2026 sehingga target investasi nasional sebesar Rp2.041,3 triliun dapat tercapai.

Pemerintah optimistis tren positif Investasi RI akan terus berlanjut pada paruh kedua 2026 seiring membaiknya iklim usaha dan percepatan proyek hilirisasi di berbagai daerah. Masuknya investasi baru diharapkan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperluas kesempatan kerja, mendorong pemerataan pembangunan, serta memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat. Pemerintah pun berkomitmen menjaga kepastian hukum dan kemudahan berusaha agar kepercayaan investor tetap terjaga hingga akhir tahun.