DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI – Desa Adat Kubusalya, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, membuka ruang bantuan dari masyarakat maupun pemerintah untuk mendukung pelaksanaan upacara melaspas dan ngenteg linggih Pura Bale Agung yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Permohonan bantuan itu disampaikan Bendesa Adat Kubusalya, I Wayan Cana, menyusul keterbatasan dana yang dimiliki desa adat setelah masyarakat bergotong royong membangun kembali pura yang sebelumnya roboh akibat diterjang angin puting beliung.

“Kami dari Desa Adat Kubusalya mengharapkan bantuan dari siapa pun berupa punia untuk pelaksanaan upacara melaspas dan ngenteg linggih Pura Bale Agung kami,” kata I Wayan Cana, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, pembangunan kembali Pura Bale Agung dilakukan secara swadaya melalui urunan masyarakat setelah bangunan pura mengalami kerusakan berat akibat bencana. Namun, dana yang tersedia belum mencukupi untuk menyelenggarakan rangkaian upacara penyucian dan peresmian pura.

Kondisi tersebut terungkap saat kegiatan sosial Berbuat dan Berbagi yang digelar Semeton MSP bersama The Octaf Group di Banjar Kubusalya dan Banjar Angansari (Banjar Haa), Kecamatan Kintamani.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak sekitar 50 paket sembako disalurkan kepada warga lanjut usia kurang mampu dan anak yatim. Sebanyak 25 paket dibagikan di Banjar Kubusalya dan 25 paket lainnya di Banjar Angansari.

Ketua Semeton MSP, I Made Somya Putra, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat solidaritas sosial.

Selain menyalurkan bantuan, pihaknya juga menerima informasi mengenai perjuangan masyarakat Kubusalya membangun kembali Pura Bale Agung secara gotong royong setelah terdampak bencana.

Sementara itu, Bendesa Adat Kubusalya dan Kepala Dusun Angansari menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat dapat terus berlanjut, termasuk dukungan bagi penyelesaian pembangunan dan pelaksanaan upacara di Pura Bale Agung.

Rencananya, upacara melaspas dan ngenteg linggih akan dilaksanakan pada September 2026 apabila kebutuhan pendanaan dapat terpenuhi melalui dukungan masyarakat, pemerintah, maupun para dermawan.