DIKSIMERDEKA.COM BOSTON Deschamps bela Mbappe tanpa ragu setelah kapten Timnas Prancis itu sempat gagal mengeksekusi penalti dalam kemenangan 2-0 atas Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Alih-alih larut dalam kekecewaan, Kylian Mbappe bangkit dan membungkam kritik lewat satu gol spektakuler yang membuka jalan Les Bleus menuju semifinal.

Didier Deschamps menilai kegagalan dari titik putih tidak pernah mengubah karakter Mbappe. Menurutnya, sang kapten selalu berani mengambil tanggung jawab dan tidak pernah kehilangan kepercayaan diri di saat-saat sulit.

“Ketika itu Mbappe, tidak ada masalah. Dia tidak pernah ragu, meski sebelumnya gagal memanfaatkan peluang. Banyak orang mengatakan Mbappe egois atau hanya memikirkan dirinya sendiri. Itu tidak benar. Dia kapten kami dan memberi contoh bagi semua pemain,” ujar Deschamps.


Prancis Kembali Ukir Sejarah

Kemenangan atas Maroko membawa Prancis mencatatkan pencapaian luar biasa.

Les Bleus berhasil menembus semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, sebuah prestasi yang mempertegas dominasi mereka di panggung sepak bola dunia.

Baca juga :  Jepang vs Swedia 1-1: Elanga Selamatkan Swedia, Samurai Biru Tetap Melaju ke Babak 32 Besar

Meski hasil tersebut terlihat seperti sesuatu yang wajar bagi publik Prancis, Deschamps menegaskan perjalanan menuju empat besar sama sekali tidak mudah.

“Ini semifinal ketiga kami secara beruntun. Kelihatannya memang normal, tetapi semua itu harus diperjuangkan di lapangan,” katanya dilansir ESPN.


Deschamps Ungkap Kunci Konsistensi Prancis

Saat ditanya mengenai rahasia keberhasilan Prancis, Deschamps memilih memberikan seluruh pujian kepada anak asuhnya.

Menurut pelatih yang membawa Prancis juara dunia pada 2018 itu, sepak bola bukan sekadar soal taktik, melainkan juga tentang hubungan antarmanusia di dalam tim.

“Ini adalah perjalanan yang kami jalani bersama. Yang menentukan hanyalah apa yang terjadi di lapangan, tetapi hubungan antarpemain juga sangat penting. Tidak ada pertandingan yang benar-benar sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak masih menjadi pemain, lambang di dada selalu menjadi hal paling penting baginya.

Karena itu, ia bangga melihat skuad Prancis saat ini memiliki semangat yang sama.


Mbappe Bangkit Setelah Gagal Penalti

Prancis sebenarnya tampil dominan sejak awal pertandingan.

Baca juga :  Prediksi Jerman vs Curacao: Musiala Siap Bawa Menang

Namun, sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol. Bahkan Mbappe lebih dulu membuang kesempatan ketika eksekusi penaltinya berhasil ditepis kiper Maroko, Yassine Bounou.

Alih-alih kehilangan kepercayaan diri, penyerang Real Madrid itu justru tampil lebih agresif pada babak kedua.

Pada menit ke-60, Mbappe melepaskan tendangan spektakuler yang tidak mampu dihentikan Bounou. Enam menit kemudian, ia kembali berperan penting dengan memberi assist kepada Ousmane Dembele yang memastikan kemenangan Prancis 2-0.


Mbappe Ditarik Keluar karena Cedera Ringan

Meski menjadi pahlawan kemenangan, Mbappe tidak menyelesaikan pertandingan.

Deschamps menarik pemain berusia 27 tahun itu pada menit ke-77 setelah merasakan sedikit gangguan pada pergelangan kaki.

Meski demikian, pelatih Prancis memastikan kondisi sang kapten tidak mengkhawatirkan dan diperkirakan siap tampil pada laga semifinal.

Selain Mbappe, gelandang Manu Kone juga ditarik keluar akibat benturan di lutut serta mengalami kram.


Pelatih Maroko Akui Keunggulan Prancis

Di kubu lawan, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengakui kualitas Prancis memang berada satu tingkat di atas timnya.

Baca juga :  Prediksi Norwegia vs Swedia: Duel Haaland vs Isak

Menurut dia, Les Bleus memiliki kombinasi pemain bertalenta, disiplin bertahan, dan transisi menyerang yang sangat efektif.

“Kami harus mengakui mereka adalah tim yang hebat. Mereka memiliki pemain-pemain luar biasa, terutama di lini depan. Mereka terus berlari, tidak mudah frustrasi, dan selalu ingin menang,” kata Ouahbi.

Ia mengaku sempat ingin melakukan pergantian pemain lebih cepat pada babak pertama. Namun, rencana tersebut urung dilakukan karena berharap Maroko mampu mengimbangi permainan setelah jeda.

Sayangnya, gol Mbappe mengubah jalannya pertandingan.


Maroko Belum Menyerah

Meski langkah Maroko terhenti di perempat final, Ouahbi meminta seluruh pemainnya tidak larut dalam kekecewaan.

Ia menilai generasi muda Maroko memiliki masa depan cerah.

Selain itu, dukungan federasi dan pemerintah dinilai menjadi modal penting untuk terus bersaing di level tertinggi.

“Jangan panik. Kami harus melihat apa yang bisa diperbaiki. Kami memiliki banyak pemain muda berkualitas. Siapa tahu, empat tahun lagi kami bisa mengalahkan Prancis di Piala Dunia,” ujarnya optimistis.