DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dilantik pada Januari 2026, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali terus menancapkan gas mengonsolidasikan kekuatan menyambut Pemilu 2029. Setelah menggelar roadshow ke seluruh kabupaten/kota, terbaru PSI Bali kini berencana mengundang Presiden RI periode 2014–2024 Joko Widodo untuk bersafari politik ke Pulau Dewata.

Rencana tersebut sejalan dengan agenda Jokowi yang akan melakukan safari ke sejumlah daerah di Indonesia usai pulih dari sakit.

Ketua DPW PSI Bali Wayan Suyasa mengatakan hingga kini pihaknya masih berkoordinasi dengan struktur partai di daerah untuk mengundang Jokowi bersafari di Bali.

“Kita berharap beliau bisa sowan, namun jadwalnya memang belum ada,” ujar Suyasa saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Menurut Suyasa, kehadiran Jokowi diyakini akan memberikan dampak positif terhadap penguatan PSI di Bali. Sosok mantan presiden tersebut dinilai masih memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat sehingga mampu mendongkrak semangat kader maupun elektabilitas partai.

“Kami berharap ada Jokowi effect. Pengaruh beliau masih sangat besar dan masih dikehendaki masyarakat. Kehadiran beliau tentu akan memberikan dampak positif bagi perjuangan PSI di Bali,” ungkapnya.

Ia menegaskan dukungan figur nasional seperti Jokowi akan sangat membantu pengurus dalam memperbesar partai berlogo gajah tersebut di akar rumput pulau Dewata.

Baca juga :  ‎Bagaimana Kans PSI Bali di Bawah Komando Wayan Suyasa

“Kami tentu memiliki Mas Kaesang sebagai ketua umum, tetapi dukungan langsung dari Pak Jokowi sebagai mantan presiden juga sangat kami perlukan. Terlepas dari berbagai penilaian terhadap beliau, kami melihat masyarakat masih lebih banyak mengapresiasi track record kepemimpinannya,” jelasnya.

Suyasa menilai karakter kepemimpinan Jokowi masih sangat dekat dengan kultur masyarakat Bali. Menurutnya, gaya kepemimpinan yang sederhana, merakyat, serta tidak berjarak membuat Jokowi tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

“Beliau dikenal sederhana, dekat dengan masyarakat, tidak terlalu protokoler, dan low profile. Saya kira karakter seperti itu sangat diterima oleh masyarakat Bali. Karena itu kami akan lebih percaya diri apabila beliau hadir di Bali,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Suyasa, pihaknya tengah melakukan komunikasi terkait agenda safari Jokowi. Meski berharap Jokowi dapat bersafari politik di Bali, hal tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Suyasa mengatakan pihaknya membutuhkan persiapan agar seluruh agenda Jokowi di Bali dapat berjalan matang.

“Kami masih berkoordinasi dengan DPP PSI di Jakarta untuk menjadwalkan kedatangan beliau. Tidak dalam waktu dekat karena kami membutuhkan persiapan,” ungkapnya.

Baca juga :  Rumor Kaesang Masuk PSI, Ketua DPW Bali : Mudah-Mudahan Benar

Terkait apakah PSI Bali sudah membuka komunikasi dengan relawan, Suyasa mengatakan hingga kini belum ada komunikasi khusus. Sebab, seluruh koordinasi masih difokuskan melalui struktur partai.

Suyasa mengatakan apabila nantinya Jokowi bersafari ke Bali, PSI telah menyiapkan sejumlah agenda yang akan diselaraskan dengan kegiatan partai. Salah satunya menghadiri rapat koordinasi daerah bersama pengurus PSI di kabupaten/kota, lalu dilanjutkan dengan mengunjungi pasar tradisional, pelaku UMKM, hingga berdialog langsung dengan masyarakat.

“Intinya kami ingin memberikan kesempatan kepada beliau untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Bali,” ucapnya.

Bagi PSI Bali, kehadiran Jokowi diyakini akan menjadi energi baru dalam memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029.

“Sekali lagi, Jokowi effect sangat kami butuhkan. Kehadiran beliau diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong tokoh-tokoh daerah yang selama ini masih ragu untuk bergabung dengan PSI karena partai kami belum lolos parliamentary threshold,” tutup Suyasa.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) I Nyoman Subanda menilai pengaruh politik Jokowi di tengah masyarakat masih kuat. Hal ini katanya membuat partai atau kandidat yang diidentikan merepresentasikan Jokowi akan mendapatkan efek ekor jas.

Baca juga :  Respon Politisi Perempuan Bali soal Putusan MK 30 Persen Kuota Keterwakilan

“Jokowi itu saat ini kalau kita lihat nampaknya masih mempunyai pengaruh yang luar biasa baik dalam pemerintahan maupun dalam masyarakat itu harus diakui. Walaupun masih pro dan kontra dan masih banyak yang mencaci maki. Ini menunjukan bahwa beliau masih memiliki pengaruh,” ungkapnya.
 
Ia menilai, apabila Jokowi melakukan safari politik ke Bali bersama PSI, langkah tersebut berpotensi meningkatkan elektabilitas partai berlambang gajah tersebut. Selain itu, kehadiran Jokowi juga diyakini mampu menjadi suntikan semangat bagi jajaran pengurus DPW PSI Bali yang baru dilantik pada Januari 2026.

“Safari politik Jokowi ke Bali akan menjadi energi baru bagi pengurus PSI yang baru dilantik. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kedekatan Jokowi dengan PSI bukan sekadar klaim, tetapi memang diwujudkan melalui dukungan secara langsung,” katanya.

Meski demikian, Subanda menilai efek elektoral yang ditimbulkan tetap memiliki batas. Menurutnya, kehadiran Jokowi memang berpotensi meningkatkan perolehan suara PSI di Bali, namun belum cukup kuat untuk menggeser dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang selama ini masih menjadi kekuatan politik utama di Pulau Dewata.

Reporter: Agus Pebriana