DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyiapkan sebanyak 2.500 kuota beasiswa melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana bagi calon mahasiswa tahun ajaran 2026/2027.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran sekitar Rp 41 miliar guna membiayai pendidikan dan bantuan biaya hidup para penerima manfaat.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, Ketut Wica, mengatakan kuota program beasiswa pada tahun ini meningkat dibanding tahun pertama pelaksanaannya pada 2025. Saat itu, pemerintah menargetkan 1.450 mahasiswa, namun yang berhasil terakomodasi hanya sekitar 500 mahasiswa.

“Tahun lalu target awalnya sekitar 1.450 mahasiswa. Namun karena waktunya mepet dengan penerimaan mahasiswa baru, yang bisa terakomodasi sekitar 500 mahasiswa,” kata Wica saat ditemui di Kantor BRIDA Bali, Senin (08/06/2026).

Menurut Wica, serapan penerima beasiswa belum optimal pada tahun 2025 karena waktu sosialisasi yang relatif singkat. Pihaknya pun telah melakukan evaluasi. Salah satunya dengan memperkuat sosialisasi sejak awal tahun.

Baca juga :  BPD Bali Diharapkan Bisa Bertranformasi dan Adaptif Hadapi Perkembangan

Dia mengatakan sosialisasi dilakukan melalui sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), desa dinas, hingga desa adat di seluruh Bali.

Wica menjelaskan, desa adat menjadi salah satu ujung tombak dalam menjaring calon penerima manfaat karena dinilai lebih memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayahnya.

Melalui keterlibatan desa adat tambahnya, pemerintah berharap program dapat menjangkau keluarga miskin maupun rentan miskin yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Karena mereka (desa adat) yang tahu siapa penduduk miskin dan rentan miskin di wilayahnya,” terangnya.

Lebih jauh, Wica menegaskan Program Satu Keluarga Satu Sarjana ditujukan bagi masyarakat yang masuk kategori miskin dan rentan miskin yang berpotensi mengalami penurunan kondisi ekonomi.

Baca juga :  Momentum Pandemi, Birokrasi Pemprov Bali Harus Bergerak Ke Arah Digitalisasi

“Harapan kami, anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi. Dengan pendidikan, kita bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengangkat taraf hidup keluarga,” ujarnya.

Wica mengatakan, melalui program beasiswa ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi keluarga miskin dan rentan miskin sekaligus menjadi instrumen pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

Saat ini katanya, Pemprov Bali telah bekerja sama dengan 28 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia pun mengatakan pada 2026 ada dua perguruan yang tengah menjajakan kerjasama mengikuti program tersebut. Dua perguruan itu yaitu Universitas Nahdathul Ulama dan Unuversitas Warmadewa.

Wica mengatakan kampus-kampus mitra dipilih berdasarkan jumlah mahasiswa dan kesiapan mereka dalam berkontribusi terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.

Baca juga :  Partisipasi Aktif Masyarakat Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sampah

Selain pembiayaan kuliah, penerima program juga mendapatkan bantuan biaya hidup. Untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di wilayah Denpasar dan Badung, bantuan biaya hidup yang diberikan mencapai Rp1,4 juta per bulan.

Wica mengatakan kebutuhan anggaran sebesar Rp 40 miliar tersebut mencakup bantuan biaya pendidikan, biaya hidup, serta dukungan operasional program.

Untuk memastikan program optimal, Ke depan, pemerintah juga akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan mahasiswa penerima beasiswa melalui laporan dari perguruan tinggi mitra.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan mampu menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

“Kami berharap program ini tidak hanya membantu masyarakat mengakses pendidikan tinggi, tetapi juga mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas pendidikan,” kata Wica.

Reporter: Agus Pebriana