PSG Juara, Paris Rusuh! 400 Orang Ditangkap
DIKSIMERDEKA.COM PARIS-Kerusuhan PSG Juara Liga Champions menjadi sisi kelam dari pesta besar Paris Saint-Germain setelah mengalahkan Arsenal pada final Liga Champions 2026, Sabtu (30/5/2026).Ketika para pemain PSG merayakan keberhasilan mempertahankan gelar Eropa, jalanan Paris justru berubah menjadi arena bentrokan yang memaksa polisi melakukan ratusan penangkapan.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengungkapkan lebih dari 400 orang diamankan setelah terjadi aksi kekerasan dan vandalisme di Paris maupun sejumlah kota lain di seluruh negeri. Dari jumlah tersebut, hampir 300 orang ditangkap di ibu kota Prancis.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengecam keras tindakan para pelaku kerusuhan yang mencoreng malam bersejarah bagi sepak bola Prancis.
“Kekerasan ini sama sekali tidak dapat diterima.”
Menurut Nuñez, kerusuhan terjadi di sekitar 15 kota di Prancis. Selain itu, tujuh anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka saat berusaha mengendalikan situasi.
Pesta Juara Berubah Menjadi Kekacauan
Keberhasilan PSG mengalahkan Arsenal melalui adu penalti semestinya menjadi malam penuh kebahagiaan bagi pendukung Les Parisiens. Namun, sebagian kelompok suporter justru melakukan aksi yang berujung kekacauan.
Sejumlah kendaraan dibakar, toko-toko dirusak, dan petugas keamanan menjadi sasaran lemparan kembang api. Bahkan, sekelompok kecil perusuh dilaporkan mencoba menyerbu sebuah kantor polisi di Paris sebelum akhirnya dibubarkan aparat keamanan.
Rekaman yang ditayangkan media Prancis memperlihatkan asap membumbung dari beberapa titik di kota Paris. Polisi antihuru-hara terlihat berlarian mengejar kelompok suporter yang terlibat bentrokan, sementara petugas lain memadamkan suar yang dibuang ke jalan.
Polisi Kerahkan 22.000 Personel
Pemerintah Prancis sebenarnya telah mengantisipasi potensi kerusuhan dengan mengerahkan sekitar 22.000 personel keamanan untuk menjaga ketertiban selama final berlangsung.
Namun demikian, jumlah aparat yang besar tidak sepenuhnya mampu mencegah aksi vandalisme yang muncul setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan.
Laporan kepolisian menyebutkan sedikitnya enam kendaraan dan dua bangunan pertokoan mengalami kerusakan akibat ulah perusuh. Selain itu, beberapa mobil juga dibakar di sejumlah lokasi.
Meski demikian, sebagian besar pendukung PSG tetap merayakan kemenangan timnya secara damai. Kepolisian memperkirakan sekitar 20 ribu orang memadati kawasan Champs-Élysées untuk merayakan keberhasilan klub kebanggaan mereka.
Pemerintah Tetap Gelar Parade Juara
Di tengah situasi yang memanas, pemerintah Prancis memastikan agenda perayaan resmi tidak akan dibatalkan.
Laurent Nuñez menegaskan acara penyambutan juara yang dijadwalkan berlangsung di Champ de Mars, dekat Menara Eiffel, tetap berjalan sesuai rencana.
Setelah itu, skuad PSG akan mendapatkan kehormatan menghadiri jamuan khusus dari Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée.
Keputusan tersebut menunjukkan pemerintah tidak ingin ulah segelintir perusuh merusak pencapaian besar PSG yang kembali mengharumkan nama sepak bola Prancis di panggung Eropa.
Kemenangan Bersejarah Ternoda
Di atas lapangan, PSG berhasil menunjukkan mental juara saat mengalahkan Arsenal dalam final yang berlangsung dramatis. Akan tetapi, Kerusuhan PSG Juara Liga Champions menjadi pengingat bahwa keberhasilan olahraga sering kali dibayangi perilaku oknum suporter yang tidak bertanggung jawab.
Bagi PSG, trofi Liga Champions kedua secara beruntun akan tetap tercatat dalam sejarah. Namun bagi aparat keamanan Prancis, malam kemenangan tersebut justru berubah menjadi operasi besar untuk mengendalikan kekacauan di jalanan.
Kini, perhatian beralih pada proses hukum terhadap ratusan orang yang telah ditangkap. Sementara itu, publik Prancis berharap perayaan sepak bola di masa depan dapat berlangsung meriah tanpa harus diwarnai kerusuhan yang mencederai semangat olahraga.

Tinggalkan Balasan