Jelang Groundbreaking, Pemerintah Mulai Pematangan Lahan PSEL di Benoa
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah mulai melakukan pematangan lahan untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) menjelang pelaksanaan groundbreaking pembangunan fasilitas tersebut pada 8 Juli 2026.
Kegiatan pematangan lahan itu ditinjau langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di lahan eks Restoran Akame, Benoa, Jumat, (22/05/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah alat berat mulai beroperasi melakukan pengerukan dan pemerataan tanah di area proyek. PSEL tersebut rencananya dibangun di atas lahan seluas enam hektare.
Direktur Operasional PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Maulana Muhammad mengatakan proses pematangan lahan dilakukan sebagai bagian dari persiapan awal menuju groundbreaking proyek.

“Persiapan lahan untuk groundbreaking sudah dimulai dari sekarang. Kami masih punya waktu sekitar 40 sampai 45 hari menuju pelaksanaan groundbreaking pada 8 Juli nanti,” kata Maulana.
Menurut dia, percepatan pekerjaan di lapangan dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak, termasuk dukungan alat berat dari pemerintah daerah dan TNI Angkatan Darat.
“Kami mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, dan juga TNI Angkatan Darat untuk membantu percepatan persiapan lahan,” ujarnya.
Maulana mengatakan proyek PSEL tersebut akan dibangun di atas lahan yang disiapkan Pelindo seluas sekitar 6 hektare. Fasilitas itu nantinya ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
Ia menambahkan pemilahan sampah di Bali tetap akan dilakukan meski fasilitas PSEL nantinya dapat mengolah berbagai jenis sampah.
“Harapan pemerintah daerah, pemilahan sampah tetap berjalan agar tata kelola sampah di Bali tetap baik,” kata dia.
Lebih lanjut, Maulana mengatakan residu hasil pengolahan sampah di PSEL diperkirakan mencapai sekitar 100 ton per hari. Residu tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan paving block, genteng, hingga material untuk pemerataan jalan.
“Nanti Danantara akan membangun pabrik tersendiri untuk mengolah sekitar 100 ton residu ini menjadi barang-barang yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan proyek PSEL menjadi salah satu solusi jangka panjang penanganan persoalan sampah di Bali, terutama setelah kebijakan penutupan TPA Suwung.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan