Pesta Kesenian Bali 2026 Bakal Libatkan 20 Ribu Lebih Seniman
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 dijadwalkan digelar mulai 13 Juni 2026. Sebanyak 20.929 seniman akan dilibatkan selama ajang pesta kesenian terbesar di Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana mengatakan tahun 2026, PKB mengambil tema ‘Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha’ yang dimaknai pemulian jiwa manusia menuju paripurna, jernih, dan suci.
Hal tersebut dia paparkan dalam Rapat Pleno PKB ke-48 yang digelar di Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/05/2026). Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Terdapat 10 kegiatan pokok selama PKB dilaksanakan, dimulai dari Peed Aya atau pawai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Renon, Denpasar pada 13 Juni 2026.
Dia memaparkan pawai ini akan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota dan menjadi penanda dimulainya gelaran pesta kesenian tersebut.
Di samping Peed Aya, kegiatan pokok lainya yaitu Kandarupa, Rekasadana, Utsawa, Kriyaloka, Wimbakara, Widyatula, Adi Sewaka Nugraha, Jantra Tradisi Bali, dan Bali Word Culture Celebration. Seluruh kegiatan akan digelar selama hampir satu bulan dari 13 Juni hingga 11 Juli 2026.
Alit Suryana mengatakan selama satu bulan penyelenggaraan, sebanyak 20.929 seniman dari Bali, luar daerah, dan mancanegara akan terlibat. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sebagai gambaran, pada 2025, jumlah seniman yang dilibatkan tercatat 20.089 orang, 2024 sebanyak 13.561 orang, 2023 mencapai 19.009 orang, dan 2022 sebanyak 16.197 orang.
Lebih jauh, Alit Suryana melaporkan berbagai inovasi diterapkan pada PKB tahun ini. Salah satunya, pembayaran honor seniman yang dibiayai Pemerintah Provinsi Bali akan dilakukan segera setelah pementasan selesai. Panitia juga menyiapkan fasilitas audio visual saat gladi bersih.
Selain itu, Alit Suryana mengatakan distribusi konsumsi seniman nantinya akan menggunakan sistem kupon. Hal ini untuk mengurangi sampah sekaligus mendorong transaksi UMKM kuliner di kawasan Taman Budaya Art Centre.
“Panitia juga membentuk tim show di tiap lokasi pertunjukan untuk menangani kendala teknis secara cepat,” terangnya.
Adapun parkir seniman akan diatur menggunakan stiker kendaraan agar memudahkan akses ke area parkir yang telah disediakan.
Gubernur Koster dalam kesempatan itu, mengatakan PKB menjadi wahana mengukur perkembangan kebudayaan Bali secara utuh dari hulu hingga hilir. Koster mengatakan ada empat unsur penting kebudayaan Bali yaitu pencipta seni, pelaku seni, partisipan, dan penonton.
“Kalau salah satu hilang, kebudayaan tidak akan berkembang secara utuh karena itu, tugas kita semua menjaga ekosistem empat unsur tersebut agar Bali tetap lestari dan diwariskan kepada generasi penerus,” terangnya.
Lebih lanjut, Koster juga meminta agar pelaksanaan PKB tahun ini memperhatikan sejumlah hal. Salah satunya adalah kebersihan di area Taman Budaya. Koster menyarankan agar ada himbauan kepada pengunjung dan pelaku UMKM.
“Agar pengunjung tertib tidak membuang sampah sembarangan, pedagang supaya dia tidak menumpuk sampah sembarangan agar bersih,” terangnya.
Di samping itu, keamanan pengunjung juga diminta menjadi prioritas agar masyarakat nyaman menghadiri rangkaian acara. Untuk sektor kuliner, ia meminta pengawasan ketat terhadap makanan yang dijual pedagang guna memastikan kelayakan konsumsi.
“Saya minta Pak Kadis Disperindag dan Koperasi UMKM, agar pelaku kuliner dicarikan BPOM agar makanan yang dijual tidak basi nantinya. Jangan sampai banyak yang makan, lalu sakit perut, jangan sampai begitu.
Koster pun turut meminta pemasangan CCTV dan membentuk pusat pengendalian untuk memantau kondisi parkir, kebersihan, dan ketertiban selama PKB berlangsung.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan