Gokil! Beijing, Kota Drone Dunia, Kini Malah Larang Drone Diwilayahnya
Pakai Drone Di Beijing Wajib Izin Aparat Setempat
DIKSIMERDEKA.COM BEIJING — Beijing,kota yang dikenal sebagai pusat industri drone dunia, kini justru menutup rapat langitnya. Drone tidak lagi bebas terbang, bahkan membeli pun harus lewat izin ketat.
Aturan baru ini menandai perubahan besar di China, dari era kebebasan teknologi menuju pengawasan super ketat demi alasan keamanan.
Beijing, kini praktis menjadi wilayah “bebas drone”. Aturan baru yang mulai berlaku 1 Mei melarang pembelian, penyewaan, hingga penggunaan drone tanpa izin resmi dari otoritas setempat.
Melansir laporan CNN, kebijakan ini menjadi perubahan drastis mengingat China dikenal sebagai pusat industri drone global, dengan perusahaan seperti DJI mendominasi pasar dunia.
Gerai Utama DJI di Beijing, rak-rak yang biasanya dipenuhi produk drone kini tampak kosong. Para penggemar berbondong-bondong membeli stok terakhir sebelum aturan diberlakukan.
Seorang warga Beijing, Zoe Zhao, mengaku banyak model drone sudah habis saat ia datang ke toko. Ia bahkan harus mendaftar ke polisi dan mengikuti ujian selama 30 menit sebelum bisa menggunakan drone miliknya.
Pemerintah kota menyatakan aturan ini bertujuan memperkuat pengawasan kendaraan udara tanpa awak dan menjaga keamanan ibu kota.
Drone memang semakin populer di China, menjadi instrumen penting untuk fotografi, pengiriman makanan, hingga pertanian. Namun, meningkatnya jumlah penggunaan juga memicu kekhawatiran keamanan, terutama di Beijing yang memiliki banyak fasilitas militer dan pusat pemerintahan.
Ancaman Modifikasi Drone Jadi Senjata
Selain potensi pengintaian, drone juga memiliki risiko mematikan, seperti yang terlihat dalam konflik Rusia-Ukraina, di mana modifikasi drone sipil menjadi senjata.
Aturan baru ini melarang drone masuk ke wilayah Beijing tanpa izin, serta membatasi penyimpanan dan perbaikan perangkat di dalam kota. Pengguna juga wajib mendaftarkan identitas mereka dan mendapatkan persetujuan untuk setiap penerbangan.
Kebijakan tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan pengguna drone. Seorang mahasiswa, Steven Wang, mengaku kini harus mengajukan izin setiap kali ingin menerbangkan drone, dengan waktu tunggu yang semakin lama dan alasan penolakan yang tidak jelas.
“Ini terlalu memakan waktu,” katanya.
Di sisi lain, sebagian warga mendukung kebijakan ini demi keamanan. Zhao mengatakan pembatasan ketat ini sebagai hal yang wajarmengingat pentingnya Beijing sebagai pusat politik China.
Langkah ini juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan “ transportasi ketinggian rendah” atau low-altitude economy, sektor yang mencakup drone dan kendaraan terbang dan proyeksinya bernilai besar di masa depan.
Meski demikian, sejumlah pakar menilai kebijakan ketat seperti di Beijing belum tentu berlaku di seluruh China.
Profesor teknik mesin dari University of Hong Kong, Huang Lixi, mengatakan larangan di Beijing merupakan langkah sederhana untuk menjaga keamanan di kota dengan sensitivitas tinggi.
Kebijakan ini menandai dilema antara inovasi teknologi dan kebutuhan keamanan, di tengah pesatnya perkembangan industri drone di China

Tinggalkan Balasan