DIKSIMERDEKA.COM – Antrabez (Anak Trali Bezi) Band, grup musik warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan membuktikan bahwa pidana bukan penghalang untuk berkarya dan berkontribusi di panggung internasional.

Kehadiran Antrabez Band menjadi sorotan pada pembukaan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026, di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Selasa (14/4/2026).

Baca juga :  Lapas Kelas IIA Kerobokan Resmi Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026

Penampilan mereka disaksikan delegasi dari 44 negara.Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, mengatakan seni menjadi sarana penting dalam proses pembinaan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

“Seni adalah jembatan bagi warga binaan untuk kembali memeluk masyarakat dengan wajah baru yang lebih positif,” ujarnya.

WCPP 2026 menjadi panggung global bagi Indonesia untuk menunjukkan wajah baru sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, serta masyarakat.

Baca juga :  Wujudkan Kemandirian, Lapas Kerobokan Kembangkan UMKM Berbasis Kerajinan Perak

Mengusung tema Getting Smart on Justice: Healing Hearts, and Safer Societies, forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi para ahli hukum dari berbagai negara, tetapi juga ruang pertukaran gagasan mengenai sistem peradilan yang lebih efektif dan berkeadilan.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Gelar Razia Gabungan, Pastikan Lingkungan Bebas Barang Terlarang

Kehadiran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam forum tersebut dinilai menegaskan komitmen pemerintah terhadap reformasi sistem hukum nasional.

Partisipasi Indonesia dalam WCPP 2026 juga memperkuat posisi negara ini dalam mendorong modernisasi sistem pemasyarakatan di kawasan Asia, dengan pendekatan yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkeadaban.

Editor: Agus Pebriana