DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menegaskan pentingnya percepatan transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bina Posyandu Angkatan II Tahun 2026 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Senin (13/4/2026).

Dalam sambutannya, Putri Koster menekankan bahwa pembinaan Posyandu harus dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat kader di desa. Menurutnya, penguatan kapasitas kader menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. “Transformasi Posyandu harus menyentuh hingga tingkat paling bawah, sehingga kader memiliki kemampuan yang memadai dalam memberikan pelayanan,” ujarnya.

Baca juga :  Putri Koster Dorong Peran Desa dalam Pengelolaan Sampah

Kegiatan ini diikuti oleh 111 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Bali. Sebanyak 80 peserta berasal dari Kabupaten Jembrana, sementara 31 peserta lainnya dari Kota Denpasar. Para peserta terdiri atas Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan, kelurahan, dan desa.

Baca juga :  Putri Koster: Alumni Harus Berperan Aktif Bangun Bali Lewat Aksi Nyata

Putri Koster berharap para peserta dapat menjalankan fungsi pembinaan secara optimal setelah mengikuti pelatihan ini. Ia juga mendorong peserta menjadi agen perubahan dalam memperkuat sistem Posyandu di daerah masing-masing. “Saya berharap seluruh peserta mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas kader Posyandu di wilayahnya,” tegasnya.

Baca juga :  Bersua di Balinggih, Putri Koster Gaungkan Gerakan Pilah Sampah dari Sumber

Melalui kegiatan Bina Posyandu ini, Pemerintah Provinsi Bali menargetkan peningkatan kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.