DIKISMERDEKA.COM, DENPASAR – Jalan Tol Bali Mandara akan ditutup sementara selama lebih dari 32 jam dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Penutupan dimulai pada Rabu 18 Maret 2026 pukul 23.00 WITA hingga Jumat 20 Maret 2026 pukul 07.00 WITA.

Meski demikian, jalan tol tetap membuka akses bagi kendaraan dalam kondisi darurat. Jika terdapat kebutuhan mendesak seperti ambulans, petugas akan membuka akses tol dengan koordinasi khusus.

“Apabila ada kondisi darurat dan ada kendaraan yang membutuhkan ambulans, dapat menghubungi kami dan kami akan membuka jalan tol untuk kendaraan tersebut,” jelas Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang, dalam keterangan pers, Kamis (12/03/2026).

Baca juga :  Gubernur Koster Resmikan Pembangunan PLTS di Atas Tol Bali Mandara

Lebih lanjut, terkait arus lalu lintas saat periode Lebaran, Adiputra memproyeksikan volume kendaraan di Tol Bali Mandara justru mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.

Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya warga non-Bali yang sudah lebih dahulu pulang ke kampung halaman.

Baca juga :  Nyepi Berbarengan Ramadhan: Ajang Perkuat Toleransi Keagamaan

Namun setelah periode Lebaran, arus lalu lintas diperkirakan kembali meningkat. Puncak lalu lintas diprediksi terjadi pada 27 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 57 ribu unit.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan puncak lalu lintas pada periode Lebaran tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 52 ribu kendaraan.

“Untuk tahun ini diprediksi sekitar 57 ribu kendaraan, jadi ada peningkatan sekitar 5 ribu kendaraan dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Baca juga :  Hormati Nyepi Kendalikan Mudik Lebaran, Kemenhub Tutup Sementara 4 Pelabuhan di Bali

Dalam rangka memastikan kelancaran pengelolaan lalu lintas, pengelola Tol Bali Mandara, telah berkoordinasi dengan pihak keamanan, di antaranya Kepolisian Daerah Bali, kepolisian sektor Benoa, serta TNI Angkatan Laut.

Selain itu, pengelola juga menyiapkan sekitar 15 ribu kartu tol dengan saldo yang dapat digunakan oleh pengguna jalan yang tidak memiliki saldo kartu elektronik saat melintas di gerbang tol.

Reporter: Agus Pebriana