DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan terus menguatkan komitmen membangun kemandirian pangan melalui program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Selaras dengan ASTA CITA Presiden Republik Indonesia serta 13 Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, Lapas Kerobokan menanam sebanyak 388 bibit pakcoy di kawasan pembangunan SAE Lembah Hijau.

Baca juga :  WCPP 2026 Resmi Ditutup di Bali, Indonesia Serahkan Estafet Tuan Rumah ke Latvia

Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan internal Lapas, melainkan juga menjadi bentuk kontribusi aktif warga binaan dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, yang turut menanam bibit pakcoy, menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai media pembinaan.

Baca juga :  Antrabez Band Lapas Kerobokan Tampil di Forum Dunia, Bukti Pembinaan Berbasis Pemulihan

“Melalui penanaman pakcoy, kangkung, hingga pengembangan jeruk bali dan pisang cavendish, kami berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan konkret sekaligus menumbuhkan kesadaran akan arti kemandirian,” ujarnya.

Adapum program pembinaan berbasis pertanian ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan kapasitas warga binaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.

Baca juga :  Sambut Hari Bakti, Lapas Kerobokan Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Gratis

Editor: Agus Pebriana