DIKSIMERDEKA.COM – Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan lahir sebuah karya seni yang sarat makna. Seorang warga binaan menuangkan rasa hormat dan kebanggaan terhadap pemimpin negeri melalui lukisan Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto.

Sosok Presiden digambarkan sebagai negarawan sejati, gagah, tegas, dan berwibawa. Latar Patung Pisau Komando di Pulau Nusa Kambangan dipilih untuk memperkuat pesan keteguhan, kehormatan, dan keberanian yang melekat dalam perjalanan hidup sang kepala negara.

Baca juga :  Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Kerobokan Dipamerkan pada Pembukaan IPPFEST 2025

Keunikan lukisan ini semakin lengkap dengan bingkai istimewa hasil daur ulang koran bekas, yang dibuat secara teliti oleh tangan-tangan terampil warga binaan. Ornamen Barong khas Bali yang menghiasi bingkai menjadi simbol perpaduan budaya, kreativitas, dan ketekunan dalam berkarya di tengah keterbatasan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, mengungkapkan rasa bangganya. Menurutnya, karya ini membuktikan bahwa pembinaan di lapas tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan nasionalisme dan kebanggaan pada pemimpin negeri. Dari balik jeruji pun, semangat cinta tanah air tetap menyala.

Baca juga :  Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Kerobokan Dipamerkan pada Pembukaan IPPFEST 2025

Karya tersebut kini menjadi salah satu daya tarik di ajang Indonesia Prison Product Art Festival (IPPAfest) 2025 di Jakarta. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, memberikan apresiasi langsung terhadap lukisan tersebut.

Ia menilai karya ini bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merepresentasikan penghormatan tulus kepada pemimpin yang diharapkan mampu membawa Indonesia menuju Indonesia Emas.

Baca juga :  Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Kerobokan Dipamerkan pada Pembukaan IPPFEST 2025

Selain lukisan Presiden RI, Lapas Kelas IIA Kerobokan turut menampilkan berbagai produk unggulan karya warga binaan. Di antaranya adalah Udeng L’Krobo, Perak Set, Kaos Three Little Birds, Lukisan Alam, serta Dupa AYUR J’Ker.

Rangkaian karya tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas, keterampilan, dan semangat berkarya dapat terus berkembang, meski dalam keterbatasan ruang gerak. Semuanya menjadi wujud nyata hasil pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi diri.

Editor: Agus Pebriana