DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya memuliakan guru ngaji dengan menghadirkan layanan yang cepat, efisien, dan tanpa antre panjang dalam penyaluran insentif.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa guru ngaji memiliki peran strategis dalam membangun Jember dari sisi spiritual dan akhlak generasi muda.

“Ini bentuk keseriusan kami. Guru ngaji mitra strategis pembangunan moral masyarakat Jember,” tegas Bupati Fawait dalam keterangan resminya.

Ia berharap kesejahteraan guru ngaji semakin meningkat, agar semangat membina anak-anak bangsa tidak pernah luntur di tengah tantangan zaman.

Baca juga :  Mayoritas Warga Jember Puas Kinerja Gus Fawait di 100 Hari Pertama

Pemkab Jember telah menyiapkan skema pelayanan insentif langsung ke rekening pribadi, tanpa potongan, agar para guru ngaji tidak perlu mengantre dan menghadapi kesulitan administratif.

“Pencairan dilakukan tanpa antre, tanpa potongan. Cukup lewat rekening masing-masing,” tambah Gus Fawait.

Kepala Bagian Kesra Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa proses pencairan dana dilakukan bekerja sama dengan perbankan agar berjalan aman dan efisien.

“Kami pastikan prosesnya ringan dan ramah. Bahkan jika belum diambil, dana tetap utuh,” ujar Nurul Hafid.

Baca juga :  Gus Fawait Siapkan Tambahan Anggaran UHC 2026 untuk Tekan AKI-AKB dan Stunting

Ia menyebut bahwa pendekatan pelayanan ini sebagai bentuk penghormatan pemerintah terhadap dedikasi para guru ngaji di seluruh pelosok Jember.

Sebanyak 22.000 guru ngaji menjadi penerima manfaat dari program insentif yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember.

Tak hanya insentif, Gus Fawait juga menegaskan seluruh guru ngaji akan didaftarkan ke dalam BPJS Ketenagakerjaan demi perlindungan menyeluruh.

“Kalau guru ngaji mengalami kecelakaan saat mengajar, BPJS akan menanggung semuanya,” kata Gus Fawait.

Ia menyebut jaminan juga berlaku jika guru ngaji memiliki profesi tambahan seperti ojek online, penyadap karet, atau pencari madu.

Baca juga :  Gus Fawait Pastikan Jemaah Haji Asal Jember Aman Usai Pendaratan Darurat di Kualanamu

Sistem ini memberikan perlindungan menyeluruh, tidak hanya saat mengajar tetapi juga saat menjalani pekerjaan sampingan lainnya.

“Inilah bentuk penghormatan kami: insentif dan perlindungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya menegaskan.

Program ini merupakan bagian dari visi besar Pemkab Jember dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.

Dengan memuliakan guru ngaji, pemerintah berharap nilai agama dan moral tertanam kuat di hati generasi muda Jember.