DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Festival Kaki Gunung Watu Pecah 2025 kembali digelar meriah. Acara berlangsung dua hari dengan tema “Merawat Bumi, Melestarikan Tradisi untuk Memperkokoh Jatidiri”.

Festival ini menjadi ajang tahunan untuk menjaga warisan budaya serta bentuk syukur atas limpahan hasil bumi masyarakat sekitar Gunung Watu Pecah.

Rangkaian dimulai Kamis, 17 Juli 2025 dengan Umbul Dungo. Ritual sakral ini digelar di kaki gunung sebagai doa untuk keselamatan dan kelestarian alam.

Masyarakat bersama tokoh adat khusyuk dalam ritual tersebut. Mereka memanjatkan harapan agar bumi tetap memberi berkah bagi generasi masa depan.

Baca juga :  Wadul Gus'e Terima 3.252 Aduan, Bupati Fawait: Ini Bukti Warga Terlibat Bangun Jember

Agenda puncak berlangsung Sabtu, 19 Juli 2025 dengan Sedekah Bumi dan Pagelaran Seni Budaya di Alun-Alun Ambulu yang dihadiri ribuan warga.

Kirab budaya dimulai dari Koramil Ambulu. Barisan membawa 13 gunungan hasil bumi yang menggambarkan kemakmuran dan kekompakan warga.

Sebanyak 12 gunungan dibuat oleh kelompok RT/RW, satu gunungan khusus dari Pemerintah Desa Ambulu. Semuanya hasil kolaborasi lintas kelompok masyarakat.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, hadir dan memberi apresiasi atas semangat pelestarian budaya yang digagas oleh warga bersama pemdes dan sanggar seni.

Baca juga :  Bupati Fawait Luncurkan Program OSMA, Hidupkan Suasana GBK di Jember Sport Garden

“Acara seperti ini semoga bisa lebih besar lagi tahun depan,” ujar Gus Fawait dalam sambutannya di tengah ribuan penonton yang memadati Alun-Alun Ambulu.

Ia melanjutkan, “Yang kedua, kita niati acara ini sebagai bentuk keimanan. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.”

“Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah bagi kita semuanya,” tambah Gus Fawait sembari menyapa warga dan para pelaku seni yang hadir sore itu.

Baca juga :  80.000 Koperasi Merah Putih Diluncurkan, Gus Fawait: Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru

“Sukses selalu untuk Ambulu, jaya selalu untuk Ambulu. Sukses untuk panitia, Pak Camat, Pak Kades, dan semua pihak,” pungkasnya.

Festival ini diinisiasi Sanggar Seni Kartika Budaya bekerja sama dengan Pemerintah Desa Ambulu, didukung penuh Pemkab Jember.

Tujuan utama festival ialah memperkuat identitas lokal, memupuk cinta tanah air, serta menjalin kebersamaan antarwarga secara berkelanjutan.

Antusiasme warga tahun ini menunjukkan Festival Kaki Gunung Watu Pecah makin mendapat tempat sebagai ikon budaya tahunan Ambulu.