DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pertemuan dengan keluarga korban kecelakaan laut di Kecamatan Puger, Rabu (2/7/2025), untuk membahas upaya pencarian lanjutan.

Pertemuan ini diikuti BPBD Jember, TNI, Polri, Dinas Sosial, serta perwakilan Basarnas. Mereka menyampaikan strategi pencarian korban hilang akibat kecelakaan kapal nelayan.

Kecelakaan laut terjadi Sabtu (28/6), diduga akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Enam nelayan dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.

Baca juga :  Pemkab Jember dan Bulog Salurkan Bantuan Beras Medium ke Warga Tidak Mampu

Tim sempat melakukan pencarian, namun dihentikan Minggu (29/6) karena kondisi cuaca memburuk dan membahayakan keselamatan tim.

“Semua sumber daya harus dikerahkan untuk membantu pencarian korban,” kata Pj. Sekda Jember Jupriono saat memimpin rapat koordinasi bersama tim gabungan.

Pemkab Jember melalui BPBD akan menyalurkan bantuan BBM sebanyak 200 liter dan akomodasi operasional untuk mendukung kapal pencarian.

Baca juga :  Pemkab Jember Pastikan Penyaluran Insentif 594 Guru Ngaji di Ledokombo Berjalan Transparan

“Dinas Sosial juga akan mendampingi keluarga korban serta membantu kebutuhan logistik tim pencari,” ujar Kepala BPBD Jember, Indra Tri P.

Basarnas menambahkan dukungan 50 liter BBM untuk mendukung operasi laut yang akan kembali dimulai Kamis (3/7/2025).

Baca juga :  Pemkab Jember Siapkan Barista Unggulan, Dukung Pusat Ekonomi Baru di JSG

Tim pencarian akan menyusuri jalur laut dari Puger ke arah timur, berbeda dari rute awal yang diambil keluarga korban sebelumnya.

Pencarian ini diharapkan memberi titik terang keberadaan enam nelayan yang masih hilang hingga kini.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem di wilayah perairan.