DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan barista. Pelatihan ini digelar sebagai bagian dari pengembangan budaya kopi lokal.

Kegiatan berlangsung di Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Sabtu (24/5/2025), bersamaan dengan program Bunga Desaku. Puluhan peserta muda terlihat antusias mengikuti pelatihan.

Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyempatkan diri hadir memberikan motivasi kepada calon barista. Ia menyebut penguatan SDM menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah.

“Kalau SDM kita kuat, apa pun bisa kita bangun. Termasuk dari kopi yang dikelola dengan benar dan profesional,” ujar bupati di hadapan peserta.

Baca juga :  Lebih dari 1.500 Guru Ngaji di Jember Terima Honor Tahap Kedua

Pelatihan diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember. Tujuannya mencetak barista andal yang mampu memberi nilai tambah produk kopi lokal.

“Saya lihat potensi kopi Jember besar. Tapi tidak cukup hanya bahan baku. SDM juga harus andal agar bisa dikenal lebih luas,” tambah Hendy Siswanto.

Peserta pelatihan diajarkan teknik meracik, menyeduh, dan menyajikan kopi dengan standar barista profesional. Materi juga mencakup pengenalan jenis kopi lokal unggulan.

Baca juga :  Bentuk Kepedulian Kepada Masyarakat, Satu-satunya di Tapal Kuda Jember Gratiskan Denda Pajak hingga Desember

Pemkab berencana memfasilitasi barista terlatih agar bisa membuka lapak di area publik seperti Jember Sport Garden dan food street kota.

“Silakan nanti daftar ke Disperindag. Tapi pastikan kopi yang kalian sajikan berkualitas, bukan malah bikin sakit perut,” canda Hendy disambut tawa peserta.

Konsep ini meniru model di Gelora Bung Karno Jakarta, yang menjadi pusat olahraga sekaligus pusat kuliner dan tempat ngopi favorit warga.

Baca juga :  Jember Fokus Kembangkan UMKM dan Wisata Lewat Gelaran Karnaval SCTV 2025

Jika berhasil, konsep pengembangan ini akan diterapkan di lokasi lain sebagai pilot project untuk mendukung ekonomi kreatif berbasis kopi.

Hendy optimistis budaya ngopi yang telah mengakar bisa menjadi kekuatan ekonomi. “Hari ini kopi bukan hanya milik kalangan elit. Semua orang ngopi,” tandasnya.

Melalui pelatihan ini, Jember berharap bisa menciptakan generasi barista berkualitas yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.