DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Ketut Rochineng mengatakan partainya menyadari Kabupaten Buleleng menjadi kunci kemenangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2024.

“Dari pertemuan-pertemuan atau rapat partai. Kita sepakati bahwa Buleleng harus kita ambil untuk menunjang kemenangan di Pilgub,” terangnya saat ditemui dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (19/06/2024).

Rochineng mengatakan jika dilihat dari peta pemilihan, Buleleng menjadi kabupaten dengan pemilih terbesar, ketimbang sembilan kabupaten/kota di Bali.

Melalui potensi itu kata Rochineng, partai tentu ingin memaksimalkan suara tersebut. Kader pun tambah Rochineng, menyadari potensi ini dan siap menggalang suara untuk memaksimalkan kemenangan.

Baca juga :  Pilgub Bali 2024: PSI Masih Lihat Figur yang akan Diusung

“Secara instruksi partai, target khusus belum ada (untuk Kabupaten Buleleng). Tapi secara umum kami sebagai kader siap ambil kemenangan di Buleleng,” terangnya.

Merujuk data Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Tahun 2024 pada Pilpres 2024 di Bali memiliki sebanyak 3.269.516 pemilih. Dari total pemilih tersebut sebanyak 611.901 pemilih berasal dari Kabupaten Buleleng.

Kemudian diikuti oleh Kota Denpasar sebanyak 495.896 pemilih, Badung 403.326 pemilih, Gainyar 390.424 pemilih, Karangasem 388.854 pemilih, Tabanan 372.372 pemilih, Jembrana 243.797 pemilih, Bangli 195.894 pemilih, dan Klungkung 167.052 pemilih.

Pengamat Politik sekaligus akademisi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) I Nyoman Subanda mengatakan sebagai penyumbang pemilih terbesar, Kabupaten Buleleng akan jadi faktor penting dalam Pilgub Bali 2024.

Baca juga :  Gubernur Koster Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD soal Raperda Penyertaan Modal ke BPD Bali

Menurut Subanda partai politik yang akan bertarung dalam Pilgub Bali 2024 akan serius memperhatikan faktor Buleleng sebagai penentu kemenangan. Misal, mencalonkan figur politisi yang berasal dari Buleleng untuk dicalonkan menjadi Gubernur ataupun Wakil Gubernur.

“Mungkin juga figurnya tidak berasal dari Buleleng akan tetapi dia punya ide dan gagasan tentang Buleleng untuk meraih suara masyarakat Buleleng,” terang Subanda.

Lebih lanjut, Subanda mengatakan bahwa kecenderungan masyarakat Buleleng yang melek, aktif, dan secara psikologis kompak dalam politik membuat Buleleng menjadi kabupaten yang tidak bisa diabaikan oleh partai politik untuk dapat menang dalam Pilgub Bali.

Baca juga :  Gubernur Bali dan Unsur Pimda Bersatu Tolak Preman Berkedok Ormas

Diketahui sampai saat ini, rapat konsolidasi internal DPC PDIP se-Bali mengusulkan nama mantan Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster untuk maju kembali dalam Pilgub 2024 kepada DPP PDIP.

Wayan Koster diajukan dengan sejumlah nama sebagai wakil gubernur yaitu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan mantan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace. Menurut informasi dihimpun surat rekomendasi gubernur dan wakil gubernur PDI Perjuangan akan keluar awal Agustus 2024.

Reporter: Agus Pebriana