DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali menghormati pertemuan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus NasDem di salah satu rumah makan di Renon beberapa hari lalu.

Sekretaris DPD PDIP Bali I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa partainya sangat menghormati pertemuan tersebut. Ia mengatakan dalam politik pertemuan untuk membangun komunikasi politik hal biasa.

“Kami sangat menghormati, namanya dalam politik, pasti dibutuhkan komunikasi politik,” terang Jaya Negara saat dimintai tanggapi, Senin (20/05/2024).

Baca juga :  Jaya Negara Buka Gelaran Mai Melali Festival ke-7

Lebih lanjut, Jaya Negara mengatakan bahwa pergerakan partai politik di Bali masih dinamis saat ini, ia pun tidak memungkiri PDIP juga membuka diri bertemu dengan partai lainya.

“Pasti nanti akan bertemu partai-partai lain, yang utama adalah kita kedepankan Bali aman dan damai,” terangnya.

Sebelumnya, partai-partai yang tergabung dalam KIM di Bali yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PSI, dan Demokrat plus NasDem mengadakan pertemuan pada Selasa (14/05/2024).

Baca juga :  Baliho PDIP Dirusak OTK, Koster Imbau Kader Tak Terprovokasi

Adapun hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Ketua DPD Gerindra Bali I Gede Mulyawan Arya, Ketua DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry, Ketua Demokrat Bali I Made Mudarta, Ketua DPW PSI Bali I Nengah Adi Susanto, dan Ketua DWP NasDem Bali Julie Sutrisno Laiskodat.

Sugawa Korry mengatakan pertemuan tersebut membahas sejumlah hal antara lain kesiapan partai di KIM menyongsong pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024.

Baca juga :  Festival Beraban 2024 Resmi Dibuka, Usung Tema 'Saguna Prawerthi'

Kemudian, menjalin kesepahaman untuk bekerja sama dalam Pilkada serentak di Bali, entah di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

“Pertama kita membahas persiapan menyongsong Pilkada serentak di Bali, kedua terdapat kesepahaman bahwa kita akan membentuk koalisi untuk mendukung Prabowo-Gibran di Bali, termasuk juga berdiskusi menentukan nama-nama calon” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana