DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Denpasar kembali mengusulkan pasangan petahana I Gusti Ngurah Jaya Negara dan I Kadek Arya Wibawa sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar dalam Pilwali 2024.

Ketua DPC PDIP Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengatakan Jaya Negara-Arya Wibawa kembali diusulkan lantaran telah memiliki pengalaman memerintah di Kota Denpasar. Disamping kedua pasangan merupakan kader terbaik PDIP Denpasar saat ini.

Baca juga :  Kampanye Terbuka Koster-Giri dan Jaya-Wibawa Dihadiri Ribuan Warga Pemogan

“Selain karena dua orang ini merupakan kader dan tokoh partai. Kami melihat bahwa Jaya Negara sangat berpengalaman memerintah dimana dulu menjadi wakil kemudian sekarang menjadi wali kota,” terangnya.

Untuk itu, menurutnya karena PDIP berkepentingan membangun Denpasar lebih maju kedepanya, maka partai memutuskan dan meminta Jaya Negara-Arya Wibawa melanjutkan pemerintahnya kembali.

Lebih lanjut, ia pun optimis pasangan ini akan kembali dipercaya oleh masyarakat Denpasar. Hal ini karena selama kepemimpinanya pasangan ini telah membangun Kota Denpasar.

Baca juga :  Wali Kota Sampaikan Apresiasi HIPMI telah Geliatkan Ekonomi Denpasar

“Kami optimis. Kalau tidak optimis mungkin kami tidak akan mengusung,” ungkapnya.

Ketik ditanya apakah sudah melakukan komunikasi dengan partai politik lain, Ngurah Gede mengatakan partainya belum membuka komunikasi. Ia pun mengatakan masih menunggu dinamika politik yang berjalan.

“Belum masih menunggu lihat nanti ya,” katanya.

Diketahui PDI-P dapat mengusung calon dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) dan Wakil Wali Kota Denpasar tanpa harus berkoalisi dengan partai politik lain dalam Pilkada serentak November mendatang.

Baca juga :  349 Nelayan Kota Denpasar Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Hal ini setelah PDIP berhasil memperoleh suara melebihi ambang batas 20 persen.

Berdasarkan hasil Pileg Kota Denpasar Tahun 2024, PDI-P berhasil memperoleh 22 kursi, Gerindra 10 kursi, Golkar 7 kursi, Demokrat 2 kursi, PSI 3 kursi, Nasdem 1 kursi, dan Gelora 1 kursi.

Reporter: Agus Pebriana