Bakti Sosial ‘Ngrombo’ Diharapkan Mampu Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Bakti Sosial ‘Ngrombo’ yang tengah dipopulerkan dan dijalankan Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya dan PJ Ketua Tim Penggerak PKK Bali Ida Mahendra Jaya diharapkan mampu mengurangi kemiskinan ekstrem yang ada di Bali.
Ida Mahendra Jaya mengatakan Bakti Sosial ‘Ngrombo’ merupakan kegiatan gotong royong yang mengajak seluruh stakeholder dan pemerintah berkolaborasi untuk membantu masyarakat kurang mampu atau berstatus miskin ektrem.
“Karena masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat luas, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun pemerintah juga perlu berkolaborasi dengan stakeholder serta komponen masyarakat yang berkemampuan lebih,” terangnya saat membuka kegiatan Bakti Sosial Ngrombo ke-35, di Pos Terpadu Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Kamis (14/03/2024).
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata, mengatakan bahwa pelaksanaan Bakti Sosial Ngrombo ini sudah ketiga puluh lima (35) kalinya.
Hingga saat ini, kegiatan Bhakti Sosial Ngrombo sudah menyerahkan bantuan berupa paket sebanyak 3.527, kursi roda sebanyak 18 buah, uang sekolah untuk anak yatim piatu kepada 197 orang sebanyak 315.200.000, tas sekolah 78 buah, pakaian baru dan pakaian layak pakai, dengan total 1.025.403.000.
Lebih lanjut, dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan bantuan, bakti sosial ini menyerahkan bantuan berupa sembako, kursi roda, uang sekolah, dilengkapi dengan kegiatan donor darah yang bersinergi dengan Palang Merah Indonesia serta steril hewan (anjing dan kucing).
Kepala Dinas Sosial dan P3A, Ayu Aryani yang hadir pada kesempatan ini, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan kepada masyarakat miskin ekstrem dan miskin konvensional ini, merupakan tanggung jawab bersama, sehingga Bakti Sosial Ngrombo memberikan wadah kerjasama dan gotong royong seluruh pihak untuk bersama menyalurkan bantuan dan berbagi.
Ia berharap kegiatan ini bisa menginspirasi kalangan yang belum ikut, untuk masuk dan mengikutsertakan diri untuk menyalurkan bantuan. Sedangkan disisi lain, pendataan yang dilakukan oleh Tenaga Kerja Kesejahteraan Sosial (TKKS) adalah hingga sampai ke tingkat desa atau pelosok, hal ini sebagai langkah mendata warga yang tercecer.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan