Metode Injeksi Air Mulai Diterapkan Untuk Padamkan Api di TPA Suwung
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Penanganan Kebakaran TPA Suwung, Kecamatan Denpasar Selatan terus dioptimalkan. Pada hari kelima, Selasa (17/10/2023) penanganan ditambah dengan metode Injeksi Air.
Wali Kota Denpasar Jaya Negara ditemui usai pemantaun proses pemadaman dengan injeksi air diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman api kebakaran TPA Suwung. Hal ini terutama mampu menghentikan persebaran titik api.
“Berbagi upaya telah dilakukan untuk penanganan kebakaran melalui berbagai strategi. Yang terbaru adalah Injeksi Air yang mulai diterapkan per hari ini,” ujarnya.
Jaya Negara menjelaskan proses injeck air ini menggunakan pipa dan disemprotkan dengan air yang telah dicampurkan bahan kimia untuk pendinginan lokasi titik api. Pemadaman melalui darat kali ini juga di bantu 11 mobil damkar dari BPBD Kabupaten Badung.
“Proses penyisiran lokasi kebakaran TPA Suwung terus dilakukan semoga musibah kebakaran ini dapat kita atasi segera dengan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak hingga TNI dan Polri,” ujar Jaya Negara.
Sementara Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Harfendi menyampaikan TNI siap mendukung upaya pemadaman kebakaran di TPA Suwung. Ia menjelaskan berbagai upaya dan langkah-langkah penanganan telah dilakukan yang melibatkan pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta TNI dan Polri.
“Kita sudah lihat musibah kebakaran di TPA Suwung serta telah berbagai upaya dilakukan dan hari ini dilakukan dengan injeck air dan kita berkolaborasi bersama karena ini persoalan pelik dan TNI siap membantu apapun tenaga yang dibutuhkan kita siap,” ujarnya.
Diketahui disampaing Metode injeck air, penanganan juga dilaksanakan dengan dua Helikopter Water Bombing dan Pasukan Pemadam Kebakaran.
Pemerintah juga telah melakukan optimalisasi penanganan darat dengan personil pemadam kebakaran dan yang terbaru adalah menggunakan metode injeck air dengan alat yang langsung didatangkan dari Sulawesi dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan