DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan perkembangan Penanganan Virus Disease Corona (Covid-19) Bali di Denpasar, Selasa (14/4).

Terkait perkembangan kasus COVID-19 Bali, Dewa Indra mengatakan jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 92 orang (bertambah 6 orang WNI yang merupakan 4 imported case dan 2 orang transmisi lokal), pasien yang sembuh 21 orang (17 WNI dan 4 WNA) dan jumlah pasien yang meninggal masih tetap 2 orang WNA.

Ia juga menjelaskan positif COVID-19 di Bali masih didominasi oleh imported case, sedangkan transmisi lokal hanya 10 kasus. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. “Untuk menekan kasus transmisi lokal masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” imbau Dewa Indra.

Baca juga :  Update Penanggulangan Covid-19 Minggu (21/2): Pertambahan Kasus Sebanyak 326 Orang

Sedangkan dari sisi pintu masuk Bali, menurutnya baik bandara maupun pelabuhan, pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan yang sangat ketat terhadap PMI maupun penumpang yang datang dari daerah luar Bali.

Langkah yang dilakukan pemerintah terkait pengawasan ketat di Bandara Ngurah Rai untuk PMI maupun penumpang domestik yang berasal dari daerah terinveksi menurutnya dilakukan pengecekan suhu tubuh dan rapid tes. “Apabila hasil rapid tes di bandara menunjukan tanda positif, Pemprov Bali akan segera melakukan penanganan sesuai SOP yang berlaku,” kata Dewa Indra.

Dikatakannya, selain di bandara, di Pelabuhan Gilimanuk juga diterapkan SOP yang sama, baik untuk rapid test maupun pengecekan suhu tubuh. Hingga saat ini belum ditemukan kasus positif yang masuk lewat pelabuhan. Apabila nanti ditemukan kasus positif maka orang tersebut akan dikembalikan ke daerah asalnya.

Baca juga :  Update Covid-19 Sabtu (24/10): Sembuh 89 Orang dan Positif Baru 76 Orang

Ia berharap masyarakat bisa memahami hal tersebut, dan dapat secara disiplin melakukan arahan yang telah diberikan oleh pemerintah.

Sekda Bali Kelahiran Buleleng ini mengimbau untuk memutus rantai penyebaran virus Corona maka perlunya semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka, karena penggunaan masker memiliki dua (2) fungsi. Pertama, yakni bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/droples akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Kedua, penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain.

Baca juga :  Update Penanggulangan Covid-19 Sabtu (2/1): Pertambahan Kasus Sebanyak 165 Orang

“Menghindari penularan virus Corona maka kita harus disiplin/rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir,” tegas Dewa Indra.

Selain itu, kata dia, hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu sebelum mencuci tangan. Karena tiga indera dalam tubuh kita tersebut akan memudahkan bagi virus corona untuk masuk ke tubuh.

“Tetap secara disiplin untuk menjaga jarak dari orang lain, karena tidak semua orang yang terinfeksi virus corona akan menunjukkan gejala,” imbau Dewa Indra.

Terkait kesiapan anggaran Pemprov Bali terhadap penanganan dan penanggulangan covid ini, kata dia, Gubernur Bali telah memerintahkan untuk menghentikan kegiatan-kegiatan yang tidak wajib. Dengan begitu, APBD dapat difokuskan kepada tiga hal, yakni pemenuhan kebutuhan wajib, penanganan covid-19 dan pemulihan Covid-19. “Untuk itu APBD 2020 sangat siap untuk dipertaruhkan dalam penanganan pandemic Corona ini,” kata Dewa Made Indra. (*)