Pemkot Denpasar Respon Tumpukan Sampah di Tukad Teba
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar merespon cepat penumpukan sampah sepanjang 1 kilometer di Sungai Tukad Teba, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar. Respon cepat itu dilakukan dengan menurunkan pasukan hijau dan biru yang dibantu komunitas lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa serta Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana beserta OPD terkait.
Jaya Negara mengatakan sangat menyayangkan kejadian ini. Padahal menurutnya, rutin dan sigapnya Pasukam Biru dan Pasukan Hijau Kota Denpasar dalam membersihkan sungai, ternyata masih ditemukan sampah di aliran sungai.
“Letak sungai jauh ke dalam, diperkirakan jarang ada interaksi masyarakat di sana. Sehingga tim kami tidak dapat memantau hingga kesana. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat dapat menginformasikan hal semacam ini kedepannya,” ujarnya.
Lebih lanjut Jaya Negara menduga, posisi sungai jauh ke dalam ini dimanfaatkan beberapa oknum untuk membuang sampah sembarangan hingga menumpuk seperti ini. Pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Kita sudah siapkan truck, TPS hingga bank sampah.
“Sudah banyak disiapkan jasa jasa pengangkut sampah, termasuk Swakelola Sampah, tolong jangan lagi membuang sampah ke sungai. Masak kayu besar, ban bahkan bantal kasur di buang ke sungai,” ujarnya.
Jaya Negara mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Pihaknya juga akan tindak tegas pelaku pembuang sampah sesuai dengan perda yang ada.
“Mari kita bahu membahu menjaga kebersihan, agar semua bisa terselesaikan dan tentunya tidak ada banjir ketika musim hujan tiba,”ujarnya.
Sementara salah satu Komunitas Sungai Watch, Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar atas respon cepatnya. Ratusan orang dikerahkan, ini sangat bagus. Kedepan dirinya berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai.
“Sekarang sudah bersih, mari kita jaga bersama agar masyarakat bisa memancing lagi di sungai,” ujarnya.
Reporter: Agus Pebriana
Editor: Gusti Ngurah

Tinggalkan Balasan