DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi berharap alokasi dana untuk sektor pertanian dalam Anggaran Pembangunan Daerah (APBD) Provinsi Bali dapat ditingkatkan minimal 5 persen. Hal ini lantaran sektor pertanian bersinggungan langsung dengan pendapatan masyarakat.

“Anggaran di (sektor pertanian dan peternakan) kecil sekali hanya nol koma sekian persen. Kalau dilihat dari populasi (Bali) harusnya sudah ada kebijakan 5 persen minimal dari APBD,” terang Kresna Budi.

Baca juga :  Dalami Dugaan Pelanggaran di Tahura Ngurah Rai, DPRD Bali Panggil PT BTID

Lebih lanjut Kresna Budi mengatakan selama ini anggaran pertanian lebih banyak mengandalkan APBN. Menurutnya setiap kabupaten/kota di Bali serta pemerintah provinsi dapat menganggarkan dana pertanian lebih besar.

“Hampir semua kabupaten di Bali dari hortikultural. Lumbung beras kemudian ternak. Ya seharusnya setidaknya ada 5 persen lah anggaran dari APBD kita untuk pertanian dan peternakan,” terangnya.

Baca juga :  Gerindra dan Demokrat Minta Pj Gubernur Bali Atensi Kasus Finns Beach Club

Menurut Kresna Budi dengan adanya peningkatan alokasi anggaran di sektor pertanian dan peternakan akan berdampak langsung pada pendapatan masyarakat.

“Sejarah mengatakan bahwa orang-orang ini (pemimpin politik Bali hari ini) berasal dari orang tua yang menjadi petani dan peternak. Masa lupa sih pembiayanya dari sana (sektor pertanian dan peternakan),” terangnya.

Baca juga :  Tindaklanjuti Keluhan Peternak Babi, DPRD Bali Gelar Rapat Panggil PT KPS

Reporter: Agus Pebriana