Gubernur Koster Buka “Bali and Beyond Travel Fair” 2023
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI -Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Kemenparekraf RI, Vinsensius Jemadu serta Ketua BBTF, Putu Winastra secara resmi membuka Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2023 di Westin Nusa Dua, Badung pada, Jumat (16/06/2023).
Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Bali. Dimana lebih dari 54 persen perekonomian Bali bergantung dari pariwisata. Oleh karena itu, pemulihan pariwisata berdampak langsung terhadap pemulihan ekonomi Bali.
“Pada tahun 2020 ketika pariwisata Bali mengalami keterpurukan, perekonomian Bali juga ikut terpuruk diangka minus 9,31 persen atau paling rendah dalam sejarah di Bali dan paling rendah di Indonesia, karena baru pertama kali dunia mengalami Pandemi COVID–19,” ungkap Koster.
Namun sejalan dengan membaiknya Pandemi COVID-19, di tahun 2021 ekonomi Bali mulai membaik menjadi minus 2,47 persen, selanjutnya tahun 2022 perekonomian Bali berada diangka positif 4,84 persen (Year on Year) pada bulan Desember 2022. Kemudian tahun 2023 triwulan I, perekonomian Bali sudah mengalami lompatan dengan tumbuh 6,04 persen atau sudah tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Atas pertumbuhan ekonomi Bali yang sudah tinggi ini, maka sudah waktunya melakukan suatu gerakan percepatan pemulihan pariwisata. Pihaknya pun mendorong pembangunan pariwisata di Bali agar diselenggarakan sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali dan Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali, supaya pariwisata Bali berkualitas dan bermartabat dengan betul – betul menjaga budaya Bali melalui tata kelola yang baik. Sehingga hal ini semua harus menjadi komitmen bersama.
Untuk itulah sebabnya, Koster mengajak terus pemangku kepentingan pariwisata agar bergerak serentak secara bersama-sama mewujudkan pariwisata yang berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.
“Kita harus bersama – sama menjaga alam, manusia, dan kebudayaan Bali agar tetap lestari serta tetap menjadi daya tarik utama wisatawan dunia,” ujar Koster.
Untuk menjaga kualitas pariwisata Bali, Koster pun tengah gencar memberlakukan pengetatan terhadap perilaku wisatawan yang tidak baik di Provinsi Bali.
“Ingat Bali jangan dirusak oleh perilaku – perilaku yang tidak sopan, karena Bali harus dibangkitkan dengan budaya yang kuat, kearifan lokalnya yang terjaga melalui ekosistem kehidupan yang baik,” tegasnya.
Disamping itu, pembangunan infrastruktur juga tengah gencar dilakukan ntuk pariwisata. Pembangunan infrastruktur ini penting, karena Bali sangat ketertinggalan di bidang infrastruktur dibandingkan dengan Singapura, Thailand dan Malaysia.
“Infrastruktur yang gencar Saya bangun bertujuan agar Bali berdaya saing hingga mampu memenangkan persaingan global, khususnya di sektor pariwisata,” kata mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Mengakhiri sambutannya, Koster berharap seluruh pemangku kepentingan di pariwisata memahami bahwa hulu dari pariwisata Bali ini adalah budaya, untuk itu mari jaga alam dan budaya Bali ini dengan baik.
“Tanpa alam dan budaya Bali, pariwisata Bali tidak akan bisa eksis berkelanjutan sepanjang jaman yang menjadi sumber perekonomian masyarakat Bali,” pungkas Koster
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Kemenparekraf RI, Vinsensius Jemadu menyampaikan bahwa Bali memiliki pariwisata budaya yang sangat diunggulkan dan hal tersebut menjadikan Bali sangat diminati oleh seluruh wisatawan di dunia. Untuk itu, pihaknya pun sangat konsisten untuk menjaga kualitas pariwisata Bali, sehingga dapat bertumbuh menjadi pariwisata yang berkelanjutan.
“Untuk itu, Saya berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata Bali dan seluruh daerah di Indonesia,” ujar Vinsensius Jemadu.
Ketua BBTF, Putu Winastra menyampaikan terimakasih atas kesediaan Gubernur Bali membuka acara BBTF ke-9. Ia menjelaska BBTF tahun 2023 ini diawali dengan acara temu wicara dengan mengangkat topik Quality and Sustainable Tourism serta wellness dan medical tourism.
” Kami di ajang ini ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan Pariwisata Bali melakukan penyelenggaraan pariwisata yang sebaik mungkin untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan Pariwisata Bali yang kita cintai dan jaga bersama,” terangnya.
Diketahui BBTF 2023 mendatangkan 350 buyers dari 51 negara, dan 230 sellers dari 5 negara, dimana selain Indonesia, ada China, Malaysia, Amerika Serikat dan Italia yang hadir.

Tinggalkan Balasan