DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali mengadakan vaksinasi massal kepada staf, rekan media dan masyarakat umum bertempat di Ruang Rapat Sandat Kantor Diskominfos Provinsi Bali, Kamis (9/02/2023). Pelaksanaan vaksinasi ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat. 

Plt. Sekretaris Diskominfos Provinsi Bali, Dewa Rai Rustina mengatakan jumlah vaksin yang telah digunakan dari pagi hingga siang sebanyak 250 vaksin. 

Lebih lanjut Rai Rustina  juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi, Diskominfos Provinsi Bali menyediakan snack berupa bubur kacang hijau kepada seluruh peserta vaksin.

Baca juga :  Bidik Industri Tumbuh 4 Persen, Menperin: Vaksinasi Jadi Kunci Pendorong

“ini untuk tambahan gizi agar tensi tidak naik. Biasanya tensi peserta rawan naik ketika melakukan vaksinasi. Dengan adanya snack ini diharapkan peserta vaksinasi menjadi lebih rileks dan pelaksanaan vaksinasi menjadi lebih lancar,” ungkapnya.

Pelaksanaan vaksinasi di Diskominfos Provinsi Bali sendiri mendapat tanggapan yang sangat baik dari para peserta vaksinasi. Apresiasi diberikan oleh masyarakat umum maupun rekan media kepada Pemerintah Provinsi Bali karena dapat melakukan vaksinasi di posko vaksinasi manapun. 

Baca juga :  Apresiasi BI, Wagub Cok Ace Tinjau Vaksinasi Booster Bagi Pekerja Perbankan

“Pelaksanaannya tidak ribet. Hanya perlu menunjukkan KTP dan bukti telah melakukan booster pertama yang dilihat di aplikasi Peduli Lindungi,” ungkap salah satu peserta vaksinasi dari masyarakat umum. 

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaannya pun cepat dan mudah. “Hanya 15 menit sudah selesai dan sertifikat bisa dilihat di PeduliLindungi,” imbuhnya. 

Baca juga :  Diskominfos Bali Perkuat Validasi Aplikasi Pendidikan, Satukan Data demi Generasi Unggul

Diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah melaksanakan vaksinasi booster ke-2 sejak 24 Januari 2023 sesuai dengan dengan Surat Edaran Kemenkes No.  HK.02.02/C/380/2023 tentang Vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi masyarakat umum tanggal 20 Januari 2023. 

Diharapkan dengan pelaksanaan ini imunitas masyarakat terus terjaga khususnya bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.