DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati akrab dipanggil Cok Ace memfasilitasi vaksinasi Covid-19 booster tahap dua bagi pelaku pariwisata. Dijadikanya pelaku pariwisata sebagai prioritas penerima vaksinasi lantaran bersentuhan langsung dengan wisatawan asing.

Ditemui awak media di sela-sela peninjauan vaksinasi, Cok Ace menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pusat yang mulai membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas untuk mendapatkan booster kedua. 

“Sejalan dengan ketersediaan vaksin, kita mulai gencarkan pelaksanaan vaksinasi booster kedua,” ujarnya Cok Ace yang juga Ketua BPD PHRI Bali.

Lebih lanjut Cok Ace mengatakan dijadikannya pelaku pariwisata menjadi kelompok yang memperoleh prioritas karena mereka bersentuhan langsung dengan wisatawan asing. Hal ini seiring dengan status pulau Bali yang sudah makin dibuka untuk negara asing. 

Baca juga :  Antisipasi Gelombang Kedua, Kepala BNPB: Perlu Kesadaran Kolektif dan Tidak Boleh Lengah

“Sebagaimana yang kita ketahui, sejumlah negara tak mewajibkan warganya untuk vaksinasi. menyikapi hal ini, kita melakukan sejumlah pendekatan untuk memastikan wisatawan mancanegara yang datang bebas dari paparan Covid-19,” urainya. 

Salah satu caranya adalah dengan deteksi suhu tubuh di bandara. Disamping itu pendekatan lainya yaitu memastikan imunitas para pekerja di bidang pariwisata terjaga dengan baik agar terhindar dari paparan Covid-19. 

“Kita pastikan para pekerja di sektor pariwisata tetap sehat dan baik-baik saja karena mereka berada di garis terdepan. Caranya ya dengan pemberian vaksin booster tahap dua,” ungkapnya.

Cok Ace pun mengimbau agar masyarakat luas dapat mendukung kebijakan ini dengan proaktif mendatangi pos layanan kesehatan untuk memperoleh vaksin booster tahap kedua. 

Baca juga :  Jubir Satgas Covid-19: Standardisasi Harga Tes PCR Sedang Dirumuskan

Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Gede Anom yang turut mendampingi Cok Ace melakukan peninjauan mengatakan saat ini Bali memiliki ketersediaan dosis vaksin yang cukup untuk mengintensifkan pemberian booster tahap kedua. 

“Kita punya stok 50 ribu dosis, itu artinya cukup untuk 100 ribu orang. Hal ini Karena untuk booster dosisnya setengah. Kami yakin pemerintah akan terus menambah pasokan,” sebutnya. 

Senada dengan Wagub Cok Ace, ia juga menyampaikan bahwa pemberian prioritas bagi pekerja pariwisata didasari pertimbangan mulai banyaknya wisatawan mancanegara masuk ke Pulau Dewata. 

“Apalagi, turis China juga mulai berdatangan. Sedangkan yang kita tahu di sana Covid-19 masih ada. Untuk itu, langkah yang bisa kita tempuh adalah pemberian vaksin booster dosis kedua. Ini salah satu cara meningkatkan imun,” tambahnya. 

Baca juga :  Menkeu Tekankan Fokus Pemerintah pada Kesehatan, Bantuan Sosial, dan Dunia Usaha

Ia juga menjelaskan bahwa sama seperti strategi yang diterapkan pada vaksinasi tahap 1, 2 dan booster pertama, pihaknya akan membuka posko di banjar-banjar atau tempat umum. 

“Saat ini kabupaten/kota sudah bergerak, kami yakin bisa mencapai target sesuai jumlah pada booster pertama yaitu 82 persen,” ungkapnya.

Selain membuka posko di banjar-banjar, Dinkes Bali juga menyasar ASN Pemprov Bali yang berjumlah 17 ribu orang. Vaksinasi booster kedua bagi ASN Pemprov Bali dijadwalkan mulai 30 Januari 2023. 

“Dengan menurunkan tujuh tim, kita jadwalkan selama 17 hari,” pungkasnya.