DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) secara serentak menggelar malam sastra di masing-masing cabang dan daerah. Hal ini dalam rangka menyambut Hari Suci Saraswati yang dalam kepercayaan umat Hindu sebagai Hari turunya ilmu pengetahuan. 

Ketua Presidium Pengurus Pusat KMHDI, I Putu Yoga Saputra, mengatakan bahwa malam sastra yang digelar secara serentak merupakan bentuk dari rasa syukur kepada Dewi Saraswati yang telah menurunkan pengetahuan. Melalui pengetahuan inilah umat manusia bisa menjalankan hidupnya. 

Baca juga :  KMHDI Se-Bali Galang Dana Untuk Korban Banjir Kalimantan Tengah

“Salah satu bentuk syukur kita kepada Dewi Saraswati adalah dengan cara menggunakan pengetahuan yang beliau telah berikan kepada umat manusia melalui sebuah diskusi, dengan sebuah diskusi Dan banyak perspektif yang dihasilkan menunjukan kepada Kita bahwa pengetahuan yang beliau turunkan sangatlah banyak,” terangnya.

Lebih lanjut Yoga menjelaskan bahwa disamping untuk mensyukuri pengetahuan yang diturunkan oleh Dewi Saraswati. Malam sastra ini juga bertujuan untuk menepis mitos-mitos yang mengatakan bahwa di Hari Raya Saraswati umat Hindu tidak boleh belajar, membaca, atau menulis. 

Baca juga :  Bertemu Ari Dwipayana, KMHDI Soroti Pendidikan dan Perekonomian Umat Hindu

“Selama ini Hari Raya Saraswati itu selalu diidentikan dengan tidak boleh membaca, menulis, menggambar, dan hal-hal lainya yang berkaitan dengan aktivitas belajar. Padahal itu semua salah kaprah,” ungkapnya.

Menurut Yoga Saputra, dalam konteks kehidupan masa kini, pengetahuan yang telah diturunkan oleh Dewi Saraswati kepada umat manusia harus digunakan untuk kebaikan umat manusia seperti terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh umat manusia. 

Baca juga :  Bupati Lampung Tengah Siap Hadiri Mahasabha XIV KMHDI di Lampung

“Jangan sampai pengetahuan digunakan untuk menindas sesama manusia, menciptakan ketidakadilan, menciptakan kesenjangan sosial, ataupun bahkan jangan sampai pengetahuan justru menjadi alat pembunuh manusia itu sendiri,” terang Yoga Saputra.

Untuk itulah menurut Yoga Saputra, Hari Suci Saraswati merupakan momentum untuk berefleksi bagaimana perjalanan manusia dengan ilmu pengetahuan yang sudah didapatnya. Apakah pengetahuan yang diberkahi kepada manusia sudah dipakai untuk kebaikan manusia ataupun sebaliknya. (*/sin)