Pembangunan Shortcut Sungai Yeh Otan Tabanan Kurangi Titik Rawan Kecelakaan
DIKSIMERDEKA.COM, TABANAN, BALI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur- Bali saat ini tengah membangun jembatan shortcut (jalan pintas) di atas sungai Yeh Otan, Tabanan.
Jembatan yang menghubungkan Desa Bajera (Kecamatan Selemadeg) dan Desa Antosari (Kecamatan Selemadeg Barat) ini dibangun guna mengurangi jalur yang menjadi daerah titik rawan kecelakaan (black spot).
Pembangunan jembatan shortcut (jalan pintas) sepanjang 277 meter yang dibangun dengan anggaran tahun 2021-2022 itu saat ini (Jumat, 12/08/2022) telah mencapai progres (kemajuan) 83.79%.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan ini bagian dari peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengendara.
“Akses jalan yang semakin baik juga akan menunjang perekonomian masyarakat sekitar,” kata Menteri Basuki.
Jembatan ini merupakan shortcut keempat yang dibangun di Jalur Utama Denpasar-Gilimanuk wilayah Tabanan. Sebelumnya, telah rampung dibangun tiga shortcut pada 2014 silam.
Pertama, shortcut di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan dengan panjang 270 meter di atas jalan raya dan Sungai Nusa.
Shortcut setinggi 24 meter itu dibangun dari sebelah selatan Kantor Perbekel Samsam di Banjar Penyalin hingga tembus ke Banjar Samsam.
Kedua, shortcut di Sungai Yeh Ho yang menghubungkan Desa Meliling dan Banjar Pucuk, Desa Bantas. Shortcut Sungai Yeh Po ini memiliki panjang 42 meter dan lebar 9,5 meter, dengan ketinggian mencapai 29 meter.
Ketiga, shortcut di Tikungan Kresek, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur. Shortcut berupa jembatan ini dibangun sepanjang 200 meter dengan ketinggian 24 meter.
Shortcut Tikungan Keresek ini dibangun mulai Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (batas barat) hingga Pos Polisi Desa Megati (sisi timur). (*)

Tinggalkan Balasan