Ekonomi Bali Triwulan II 2022 Naik 7,38 Persen
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat ekonomi Bali pada triwulan II tahun 2022 naik 7,38 persen dibandingkan triwulan I tahun 2022. Keberhasilan pengendalian pandemi Covid-19, naiknya tingkat kunjungan wisatawan, serta cairnya tunjangan ASN menjadi faktor kenaikan ini.
Kepada BPS Bali, Hanif Yahya, menyampaikan pada triwulan II-2022, nilai tambah yang tercipta dari seluruh aktivitas ekonomi di Bali jika diukur atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 37,94 triliun, mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan I-2022 yang tercatat hanya 35,33 triliun.
“Peningkatan tersebut menyebabkan ekonomi Bali pada triwulan II-2022 dibandingkan dengan triwulan I-2022 tercatat tumbuh sebesar 7,38 persen,” ujarnya, Jumat (05/08/2022).
Lebih lanjut, Hanif Yahya mengatakan dari 17 kategori lapangan usaha, hampir semua kategori lapangan usaha tercatat mengalami pertumbuhan positif, kecuali kategori J (informasi dan Komunikasi) yang menjadi satu-satunya lapangan usaha yang tercatat mengalami kontraksi tipis sedalam 0,13 persen.
Sementara itu, pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha kategori O (Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial). Hal ini lantaran adanya pencairan tunjangan hari raya (THR) pada triwulan II-2022 yang menjadi salah satu pendorong realisasi belanja pegawai yang tercatat naik hingga 80 persen dibandingkan triwulan I.
Disamping itu, pertumbuhan juga disumbangkan lapangan usaha kategori D (Pengadaan Listrik dan Gas). Berdasarkan data dari PLN Distribusi Bali, pada triwulan II-2022 secara total tercatat peningkatan kwh jual listrik sampai dua digit dibandingkan triwulan I-2022.
“Peningkatan tercatat pada seluruh segmen pelanggan dengan peningkatan tertinggi berasal dari segmen pelanggan bisnis sebesar 18,01 persen, pelanggan industri 7,26 persen dan segmen pelanggan rumah tangga 6,73 persen,” terang Hanif Yahya.
Lebih lanjut, kondisi tersebut mengkonfirmasi peningkatan aktivitas ekonomi pada sektor jasa-jasa seperti hotel dan restoran selama triwulan II-2022 yang sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.
“Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali tersebut, selain berdampak pada tingkat kunjungan di tempat-tempat daya tarik wisata, tentunya juga berdampak pada meningkatnya permintaan terhadap jasa akomodasi seperti hotel dan restoran,” terang Hanif Yahya
Hal senada juga disampaikan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Prof Dr IB Raka Suardana SE, MM, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II, tidak terlepas dari mobilitas sudah membaik seiring dengan kesuksesan menangani pandemi Covid-19.
“Pariwisata sebagai penopang ekonomi Bali, adalah industri yang sangat berkaitan dengan mobilitas. Sehingga ketika mobilitas ini seiring membaik, maka ekonomi Bali pasti akan tumbuh,” kata IB Raka Suardana
Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II sebesar 7,38 persen secara q to q merupakan satu hal yang wajar dan realistis. Hal ini lantaran dalam tiga bulan terakhir pergerakan orang mulai masif
“Kita tau domestik sudah datang banyak sekali untuk jalan-jalan, lalu pesawat yang datang ke Bali sudah mulai cukup banyak. Artinya, tamu domestik dan asing memberikan pengaruh dan efek kepada geliat ekonomi Bali. Selain itu gegap gempitanya pelaksanaan dan persiapan G-20 dan beberapa eventnya sangat menguntungkan Bali,” terang IB Raka Suardana
Oleh karena itu menurutnya, pertumbuhan ini harus terus dijaga oleh pemerintah. Pemberitaan-pemberitaan negatif tentang Bali harus segera ditangani dan dicari solusinya. Hal ini karena bagaimanapun Bali membutuhkan wisatawan. (Gus)

Tinggalkan Balasan