DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali melaporkan perekonomian Bali sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,82 persen (c-to-c). Capaian ini menjadi pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, sekaligus menandai pemulihan ekonomi Bali pasca pandemic Covid-19.

Adapun Pada 2018, ekonomi Bali tumbuh 6,31 persen, kemudian 5,60 persen pada 2019. Namun, pada 2020 ekonomi Bali terkontraksi hingga -9,34 persen dan masih negatif -2,46 persen pada 2021.

Seiring pemulihan, pertumbuhan kembali positif sebesar 4,84 persen pada 2022, meningkat menjadi 5,72 persen pada 2023, 5,48 persen pada 2024, dan mencapai 5,82 persen pada tahun ini.

Baca juga :  Triwulan II 2021, Pertumbuhan Ekonomi Bali Positif

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 didorong oleh kinerja positif seluruh lapangan usaha penyusun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

BPS mencatat, peningkatan aktivitas pariwisata menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi Bali. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tumbuh 9,72 persen, sementara perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) meningkat lebih tinggi, yakni 17,53 persen secara tahunan.

“Lonjakan kunjungan wisatawan tersebut memberikan stimulus signifikan terhadap lapangan usaha terkait pariwisata, terutama Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta sektor pendukung seperti Perdagangan, Transportasi, Jasa Perusahaan, dan Jasa Hiburan dan Rekreasi,” terangnya dalam Konfrensi Pers BPS Bali di Denpasar, Kamis (05/02/2026).

Baca juga :  Bertemu Gubernur Koster, BPS Bali Sampaikan 1,57 Juta Orang Sudah Ikuti Sensus Penduduk Online

Dari sisi lapangan usaha, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,99 persen.

Sementara itu, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebagai kontributor terbesar tumbuh 10,25 persen, disusul Jasa Perusahaan yang tumbuh 7,84 persen.

Pertumbuhan sektor transportasi juga menunjukkan kinerja kuat, terutama pada angkutan udara dan penyeberangan. Jumlah keberangkatan penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkat sekitar 8 persen secara kumulatif sepanjang 2025. Selain itu, lonjakan penumpang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) terjadi di Pelabuhan Sanur dan Nusa Penida, yang didominasi oleh aktivitas wisata.

Baca juga :  Kimiskinan di Bali Turun 9,35 Ribu Orang dalam Setahun

Di sisi lain, nilai tambah pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib juga didorong oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai dan belanja modal pemerintah. Realisasi belanja pegawai dari APBN tumbuh sekitar 8 persen, sedangkan dari APBD meningkat hingga 13 persen pada 2025. Kondisi serupa turut mendorong pertumbuhan pada sektor Jasa Pendidikan dan Jasa Kesehatan, khususnya pada segmen pemerintah.

Reporter: Agus Pebriana