Kuliah tamu yang digelar secara daring pada Jumat (13/05). (Foto: istimewa)

DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Berkaitan dengan digitalisasi dan penyebaran informasi yang semakin masif, Program Studi Ilmu Politik Universitas Udayana (Unud) melaksanakan kuliah tamu dengan mengundang Agung Suprio, SIP, MIP., selaku Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai narasumber, pada Jumat (13/05).

Kuliah tamu yang berlangsung secara daring ini, dibuka langsung oleh koordinator program studi ilmu politik, Dr. Tedi Erviantono, S.IP. M.Si. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa ilmu politik dan sejumlah dosen ilmu politik.

Baca juga :  Tourism Confucius Institute Fakultas Pariwisata Unud Gelar International Workshop Wellness Tourism

Pada kesempatan ini, Agung Suprio menyampaikan beberapa hal terkait dengan peranan komisi penyiaran indonesia terhadap penyiaran khususnya di Televisi, perkembangan media, perubahan behavioral masyarakat dalam menyikapi media, besarnya manfaat dan juga resiko media baru, seperti TikTok dalam dunia politik, dan kebijakan dalam penyiaran di televisi.

Baca juga :  Lolos Kualifikasi, Tim Weimana Wakili Unud di Ajang SEM

“Walaupun kredibilitasnya lebih terjamin, kelemahan media lama, seperti televisi dan koran adalah lama, karena melewati banyak proses yang banyak. Sedangkan, media baru seperti media online itu cepat sekali, dia tidak perlu proses yang panjang, terutama orang-orang yang secara individual membuat berita di media sosial, walaupun kredibilitasnya bisa dipertanyakan,” ujar Agung Suprio.

Baca juga :  LP3M Universitas Udayana Gelar Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu langsung oleh dosen ilmu politik Universitas Udayana, A.A.S. Mirah Mahaswari J.M., S.IP., M.Sc. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan moderator, serta kegiatan foto bersama. (*/sin)

Sumber: unud.ac.id