DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pekerjaan penataan Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada dan Kawasan Pasar Kumbasari Kota Denpasar selesai dilakukan. Usainya pekerjaan penataan ditandai dengan dilaksanakannya pemelaspasan (peresmian secara upacara agama Hindu Bali) yang dipusatkan di pelataran Plaza Pasar Badung, pada Jumat (10/12).

Pekerjaan penataan Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada ini terdiri dari pembangunan patung Dewi Mas Melanting, patung Tri Semaya, bangunan jembatan, bangunan drop off dan fassade Pasar Kumbasari.  

Upacara Pemelaspasan dihadiri Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi istri  Ny. Antari Jaya Negara, Sekretaris Daerah Kota Denpasar IB Alit Wiradana, Kadis PUPR AA N Bagus Airawata beserta Pimpinan OPD terkait.

Baca juga :  Festival Beraban 2024 Resmi Dibuka, Usung Tema 'Saguna Prawerthi'

Penataan Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada atau Kawasan Pasar Badung, Pasar Kumbasari dan jembatan Jalan Gajah Mada ini menelan anggaran total Rp 17,6 miliar yg bersumber dari dana BKK Provinsi Bali Rp 15 miliar dan APBD Kota Denpasar Rp 2,6 miliar. 

Walikota Jaya Negara mengatakan dengan rampungnya  penataan Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada atau Kawasan Pasar Badung, Pasar Kumbasari ini diharapkan menambah nilai estetika dan seni kawasan tersebut. 

Baca juga :  Jaya Negara Hormati Nama-Nama Bacalon Wali Kota Denpasar

“Kedepan diharapkan dengan adanya penataan Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada atau Kawasan Pasar Badung, Pasar Kumbasari serta patung Ida Ratu Mas Melanting, Patung Tri Semaya ini mampu memberikan aura positif serta dapat menambah nilai estetika di kawasan Jalan Gajah Mada,” ujar Jaya Negara.

Ditatanya kembali Kawasan Heritage Gajah Mada ini diharapkan mampu membangkitkan pesona Kota Denpasar jaman dahulu. Sehingga selain Pantai Sanur, Kota Denpasar memiliki kawasan Heritage Pariwisata yakni kawasan Jalan Gajah Mada. 

Baca juga :  Bertemu Kepala Staf Kepresidenan, Jaya Negara Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat Daerah

“Dengan adanya penataan ini diharapkan dapat memperindah Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada dan kawasan sekitarnya sehingga mampu membangkitkan romantisme masa lalu,” ujarnya.

Selain untuk mempercantik dan melestarikan cagar budaya kawasan Jalan Gajah Mada, Jaya Negara menyebutkan penataan ini secara berkelanjutan dan jangka panjang juga bertujuan untuk menggaet wisatawan, baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung sebagai objek city tour. (*/sin)