DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – I Gusti Ngurah Jaya Negara menghormati nama-nama yang mulai bermunculan sebagai bakal calon (Bacalon) wali kota Denpasar dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 mendatang.

Menurutnya dalam demokrasi yang sehat setiap orang mempunyai hak setara untuk dipilih dan memilih.

“Intinya itu, semua berjuang dan berkompetisi secara aman dan damai itu yang menjadi prioritas,” ungkap Jaya Negara saat ditemui di DPD PDIP Bali, Senin (17/06/2024).

Baca juga :  Kampanye di Nusa Penida, Koster Janji Akan Bangun Pelabuhan Roro

Lebih jauh, Jaya Negara mengatakan pertarungan politik di Denpasar selama ini dikemas dengan mengedepankan sportifitas dalam kerangka persahabatan.

Kondisi itu kata Jaya Negara juga diharapkan terjadi pada Pilkada Denpasar nanti. “Bertarung ya bertarung dengan sportif tapi tetap dengan nuansa bersahabat begitu,” terangnya.

Baca juga :  Tiga Lokasi di Karangasem Disidak Satgas Netralitas ASN

Seperti diketahui I Gusti Ngurah Jaya Negara dan I Kadek Arya Wibawa kembali diusulkan sebagai calon wali kota dan wakil wali Kota Denpasar dalam Pilwali 2024 oleh PDIP.

Mereka diusulkan lantaran memiliki pengalaman memerintah di Kota Denpasar. Disamping pasangan ini merupakan kader terbaik PDIP Denpasar saat ini.

Baca juga :  Wali Kota Jaya Negara Resmikan Pasar Jaba Puri Jrokuta Denpasar

Namun, pasangan Jaya Negara-Arya Wibawa nampaknya tidak akan berkompetisi sendirian. Sejumlah nama mulai bermunculan untuk menjadi penantang.

Adapun nama-nama yang muncul yaitu Wakil Ketua DPD Demokrat Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Mahendradatta Suyasa, Ketua DPW PSI Bali Nengah Adi Susanto, dan tokoh masyarakat Gde Oka Suanda Yudara.

Reporter: Agus Pebriana