DIKSIMERDEKA.COM, BULELENG, BALI – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( KMHDI) Buleleng menggelar Dialog bertema “Seberkas Harapan Di Hari Anak Nasional Dengan Literasi”. Kegiatan ini diikuti oleh 22 orang yang berasal dari pimpinan cabang dan daerah KMHDI se-Bali secara daring melalui aplikasi Google Meet pada Rabu (23/07).

Ni Luh Sinta Yani selaku ketua PC KMHDI Buleleng menjelaskan bahwa dialog ini bertujuan untuk mendiskusikan persoalan-persoalan sosial dialami anak yang nantinya diharapkan dapat diambil benang merah sebagai dasar solusi atas persoalan anak. 

Baca juga :  Sikapi Momentum Kesuksesan KTT G20, KMHDI Bali Gelar Diskusi Publik

“Hal ini karena mengingat di Kabupaten Buleleng banyak terjadi kasus kekerasan terhadap anak, dalam bentuk pelecehan seksual namun pelakunya jarang sekali dijerat hukum berat akibatkan dalih sama-sama suka,” tambah Perempuan yang akrab dipanggil Sinta.

Pemantik diskusi Putu Sandeari menjelaskan bahwa di tengah Pandemi Covid-19 telah  terjadi peningkatan kekerasan pada anak.  Mengutip data Simfoni PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) pada 1 Januari – 19 Juni 2020 terdapat 3087 kasus kekerasan terhadap anak. Ia pun menegaskan angka-angkanya pasti akan bisa bertambah karena kondisi masih belum berubah. 

Baca juga :  Hari Anak Nasional 2021, Presiden Jokowi : Tetap Semangat Belajar Meski Tidak di Sekolah

Sande juga menyoroti bahwa rumah sebagai titik ternyaman anak, justru menjadi tempat yang rentan bagi hadirnya kekerasan pada anak. Hal ini akibat kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil akibat Pandemi Covid-19 sehingga kekerasan pada anak tidak jarang tidak bisa dihindari.

Sementara itu Fitryo selaku anggota Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Bali mengatakan bahwa di masa Pandemi Covid-19, orang tua memiliki peran penting dalam melakukan pengasuhan dan pembimbingan terhadap anak. Hal ini karena orang tua adalah orang yang paling dekat dengan anak. 

Baca juga :  Di Penghujung Tahun 2021, KMHDI Berikan Catatan Untuk Pemerintah

“Oleh karena itu apapun yang aktivitas yang dijalani anak di masa pandemi Covid-19, mulai dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), bersosial media, sampai bermain diluar rumah, orang tua semestinya harus tahu” ujar riyo panggilan akrabnya. (Gus/Sin)