DIKSIMERDEKA.COM BADUNG-Saat mengunjungi RS Murni Teguh Tuban Badung, Bali,Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI memberikan peringatan tegas agar hak pelayanan kesehatan tak lagi dikorbankan karena urusan administrasi.Urusan birokrasi dan tetek bengek administrasi kerap menjadi momok bagi pasien saat membutuhkan pertolongan medis.

Ketua Tim Kunjungan Kerja sekaligus Wakil Ketua BURT DPR RI, Novita Wijayanti, mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan aturan main penjaminan berjalan efektif. Ia tidak ingin pasien, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama), telantar gara-gara masalah administrasi.

“Karena itu, koordinasi antara BURT, Jasindo, dan rumah sakit perlu terus diperkuat untuk menjamin kepastian prosedur, kualitas pelayanan medis, dan kecepatan penanganan pasien sesuai ketentuan yang berlaku,” tandas Novita saat memimpin pertemuan dengan Direksi PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan jajaran Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali di Kabupaten Badung, Senin (2/11/2026).

Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali sendiri merupakan fasilitas kesehatan berstatus Kelas C yang beroperasi sejak 12 Desember 2021 di bawah naungan PT Murni Sadar Kasih Abadi. Srikandi Fraksi Partai Gerinda ini menegaskan, kehadiran RS provider Jamkestama di Bali sangat krusial agar peserta bisa mendapat layanan medis secara cepat tanpa terkendala domisili asal.

“Bali merupakan salah satu pusat ekonomi dan pariwisata nasional dengan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tinggi. Tingginya intensitas kunjungan wisatawan, aktivitas bisnis, serta perjalanan dinas Pimpinan dan Anggota DPR RI ke Bali, baik untuk kegiatan kedinasan maupun agenda lainnya, turut meningkatkan kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan yang mudah diakses, responsif, dan memiliki kapasitas pelayanan memadai,” papar Novita.

Bali Punya Modal Besar Jadi Magnet Wisata Medis

Lebih jauh, Novita menyoroti peluang emas Pulau Dewata yang harus dimaksimalkan. Menurutnya, Bali punya modal kuat untuk tidak sekadar menjadi surga pelancong biasa, tetapi juga tujuan wisata medis berkelas.

“Bali juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kesehatan atau health tourism/medical tourism. Potensi ini didukung oleh reputasi pariwisata internasional, keberadaan fasilitas kesehatan, serta tenaga medis profesional,” ujar legislator Dapil Jawa Tengah VIII tersebut.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ambisi besar tersebut wajib dibarengi dengan peningkatan mutu, keselamatan pasien, serta kesigapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana.

Merespons arahan tersebut, Kepala Bidang Penunjang Medis Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali, dr. I Gusti Agung Putri Winanthy, memastikan kesiapan instansinya. Mewakili direktur rumah sakit, ia menyatakan komitmennya untuk memberikan penanganan prima.

“Pelayanan kami yang handal diberikan oleh dokter spesialis penyakit dalam, anak, obgyn, bedah, ortopedi, saraf, mata, THT, urologi paru dan lainnya didukung oleh perawat dan tenaga kesehatan lain yang terlatih dan cekatan. Kami berkomitmen memberikan layanan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat dengan mengutamakan profesionalisme,” tutup Putri.